4 Tips Penyelesaian Konflik dan Masalah dengan Anak

March 11th, 2018

Berkonflik dengan anak sudah menjadi hal yang biasa. Namun, tak semua orang tua memiliki kemampuan untuk menyelesaikan konflik dengan anak secara baik. Bahkan, tak jarang penyelesaian masalah dilakukan dengan pemaksaan atau malah kekerasan.

Oleh karena itu, orang tua perlu memiliki kemampuan yang baik dalam menyelesaikan konflik dengan anak. Ada 4 saran yang diberikan oleh profesor psikologi dari Harvard Medical School, Daniel Shapiro. Empat saran tersebut adalah:

mengatasi konflik dengan anak

1. Jangan sampai vertigo

Hal pertama yang perlu bunda perhatikan, jangan sampai mengalami ketegangan emosional. Ketegangan inilah yang oleh Shapiro disebut dengan vertigo. Tandanya, bisa diketahui dengan mudah, yakni munculnya rasa sakit di kepala.

Agar vertigo tak muncul, bunda bisa memilih untuk tidak terjebak ke dalam konflik. Oleh karena itu, bunda dapat menjauhkan diri dari masalah sejenak. Sempatkan waktu untuk bersantai atau membaca novel.

2. Menghargai perspektif anak

Saran kedua dari Shapiro adalah selalu memperhatikan perspektif anak. Apalagi, dalam usia mereka, si kecil kerap memiliki pikiran bahwa ada ketidak adilan yang mereka terima, terutama ketika mereka memiliki adik atau kakak.

So, bunda harus mendengarkan ocehan yang dilontarkan oleh si kecil. Dari situ, bunda pun bisa mendapatkan pandangan anak terhadap kondisi keluarga.

3. Memberikan hak otonomi kepada anak

Orang tua juga perlu memberikan hak kepada anak untuk mengambil keputusan sendiri. Bunda memang perlu menetapkan jadwal sehari-hari bagi anak. Misalnya, waktu makan, waktu tidur, waktu bermain, dan lain-lain.

Namun, bunda juga bisa memberikan waktu ekstra kalau anak ingin bermain lebih banyak. Kalaupun menolak, bunda juga perlu memberikan penjelasan yang logis dan bisa diterima oleh anak.

4. Hindari konflik yang sama

Terakhir, bunda harus mencoba menghindari pola konflik yang sama. Misalnya, ketika seorang kakak menggoda si kecil sampai menangis, dan bunda mengatakan, “Kakak, sudah berhenti!”. Kejadian seperti ini bakal terus berulang, bukti kalau kata-kata bunda diabaikan anak. Di sini, bunda harus memiliki solusi lain dalam menghadapi konflik tersebut.

Dengan mengikuti 4 saran ahli psikologi tersebut, konflik dengan anak bisa diselesaikan dengan tanpa harus menggunakan kekerasan, baik verbal apalagi fisik. Duh, jangan sampai deh.

Komentar

BACA JUGA
  • Terbaru
  • Terpopuler
gangguan kesehatan bayi baru lahir

5 Jenis Gangguan Kesehatan yang Sering Menimpa Bayi Baru Lahir

Kedatangan anggota keluarga baru senantiasa dibarengi ...
menyisihkan uang belanja untuk investasi

Bunda, Yuk Sisihkan Uang Belanja untuk Sarana Investasi Masa Depan

Mengatur keuangan keluarga kerap menjadi tugas yang ...
bayi kolam renang

Ingin Mengajak Si Kecil Berenang di Kolam Renang? Ini Hal yang Harus Bunda Perhatikan!

Mengajari anak berenang menjadi salah satu cara yang ...
susu kedelai

Menggantikan Konsumsi Susu Sapi dengan Susu Kedelain untuk Anak, Mungkinkah?

Susu menjadi jenis minuman yang penting dengan kandungan ...
makanan manis penyebab alergi

Bunda Harus Hati-Hati! Konsumsi Gula Berlebihan saat Hamil Bisa Timbulkan Alergi Pada Janin

Konsumsi makanan pada ibu hamil memang harus hati-hati. ...
minyak jintan hitam

Minyak Jintan Hitam, Bahan Alami yang Bermanfaat Besar Menjaga Kecantikan Kulit

Meski telah menikah dan punya anak, bunda tetap harus ...
Asian Feast

Waspada! Ibu Hamil Tak Boleh Berlebihan Memakan 4 Makanan Khas Lebaran Ini

Momen Idulfitri tidak hanya menjadi sarana untuk berkumpul ...
kucing odd eye-1

Kucing Odd Eye, Fenomena Unik Saat Si Meong Lahir dengan Bola Mata Berbeda Warna

Memelihara hewan di rumah menjadi salah satu cara agar ...
gangguan kulit bayi prematur

5 Gangguan Kulit yang Sering Muncul Pada Bayi Prematur

Bayi prematur merupakan bayi yang lahir ketika usia ...
bayi rewel saat gigi mulai tumbuh

Bayi Rewel Karena Mulai Tumbuh Gigi? Ini Hal yang Bisa Bunda Lakukan

Bunda sudah mengetahui ciri-ciri ketika bayi mulai tumbuh ...