5 Hal Penting Dalam Merencanakan Anak Kedua

kebiasaan sehat pasca melahirkan, memepersiapkan anak kedua, mempersiapkan adik, tips merencanakan anak keduaKapan punya adik? Pertanyaan ini kerap terlontar pada pasangan yang baru memiliki seorang buah hati.

Perencanaan bayi kedua membutuhkan sejumlah hal yang perlu diingat. Hadirnya bayi kedua, membuat Anda menjalani proses yang sama menjadi orang tua lagi yang juga melibatkan tanggung jawab ganda.

Tidak hanya Anda harus hati-hati merencanakan kehamilan berikutnya, Anda harus mempersiap anak pertama Anda untuk saudara barunya. Anda juga perlu persiapan fisik, mental dan finansial agar mampu mengelola dua anak dalam perbedaan usia yang wajar. Oleh karenanya penting bagi pasangan untuk mempertimbangkan beberapa hal ketika merencanakan untuk anak kedua. Berikut diantaranya;

1. Usia dan Kondisi Kesehatan

Dokter biasanya menyarankan ibu untuk menjaga gap delapan belas bulan antara setiap kehamilan untuk memungkinkan rahim menyusut terlebih dahulu, ini agara ibu sembuh secara sempurna dari kehamilan pertamanya. Hal ini juga bijaksana untuk tidak hamil ketika Anda sedang menyusui karena tubuh Anda akan harus memenuhi kedua bayi Anda.

2. Persiapan Mental

Idealnya, Anda harus menunggu selama beberapa tahun antara setiap anak untuk membiarkan tubuh Anda pulih dari kehamilan sebelumnya. Ada kemungkinan bayi lahir prematur dan berat badan kurang jika hanya sedikit jarak antara kedua kehamilan. Selain itu, pada usia tiga tahun, anak Anda cenderung tidak perlu perhatian konstan Anda.

3. Kebiasaan Sehat

Ibu yang baru melahirkan disarankan untuk menunggu sampai mereka telah kehilangan berat badan pasca melahirkan, tapi mereka selalu dapat melanjutkan latihan ringan dan pola makan yang sehat. Obesitas dapat menyebabkan sejumlah masalah kesuburan seperti sindrom ovarium polikistik, keguguran dan kematian pada bayi baru lahir. Anda bisa bergabung dengan kelas aerobik atau body languange.

4. Siapkan Anak Pertama

Anak pertama Anda harus diberitahu bahwa dia akan memiliki adik maka dia harus terbiasa untuk lebih mandiri. Pastikan bahwa dia tahu bagaimana untuk menempatkan mainan setelah bermain atau tahu bagaimana untuk makan dengan sendok. Selain itu, jika dia masih batita, mulai untuk tidak bergantung pada popok, dan belajar untuk menggunakan toilet.
Ceritakan tentang menjadi seorang kakak, lakukan sesuatu yang menyenangkan dan ajari dia untuk berbagi hal-hal dengan saudara ketika dia tumbuh.

5. Pengaturan untuk Anak Pertama

Anda perlu memastikan bahwa anak pertama tetap terperhatikan sementara akan melalui kehamilan kedua. Miliki teman atau anggota keluarga yang akan datang dalam keadaan darurat ketika Anda harus pergi ke rumah sakit. Siapkan tas kecil untuknya dengan pakaian tidur, sepasang pakaian sehari-hari, makanan ringan, tissue dan mainan favorit. Sertakan nomor telepon Anda dan suami Anda, sehingga mereka tahu siapa yang harus dihubungi bila diperlukan.