5 Permainan Sederhana Ini Bantu Mengasah Kemampuan Motorik Halus Anak

creativity1Untuk memiliki anak yang berkarakter dan berprestasi, orangtua harus sering melakukan kegiatan yang merangsang kemampuan motorik anak. Tidak hanya motorik kasar saja, tetapi anak juga harus dilatih kemampuan motorik halusnya agar tangannya semakin terampil dan tidak kaku. Untuk mengasah kemampuan motorik halus anak, ada beberapa permainan yang bisa dilakukan dengan si buah hati. Berikut daftar permainannya:

Mengisi, Menuang, dan Mencetak

Bermain pasir bisa digunakan untuk menstimulasi motorik halus anak. Permainan ini melatih kekuatan dan keluwesan pergelangan tangan serta presisi. Alat-alat yang dibutuhkan berupa pasir bersih, sekop, ember, corong, aneka wadah. Pastikan pasir yang digunakan bersih dan terbebas dari serangga, kotoran binatang, benda-benda tajam seperti pecahan kaca yang bisa membahayakan sang anak. Lakukan permainan dengan cara mengisi wadah dengan pasir, lalu menuangnya dari wadah dengan berbagai bentuk seperti binatang.

Memakai dan Melepas Pakaian

Meskipun aktivitas ini bisa dilakukan saat anak telah besar nanti, namun kegiatan ini selain berfungsi untuk mengasah motorik halus anak juga melatih bentuk kemandirian anak. Memakai dan melepas pakaian akan melatih kemampuan jari-jemari, koordinasi mata dan tangan. Alat yang dibutuhkan adalah baju berkancing besar, rok/celana karet, sepatu berperekat, boneka dan pakaian perlengkapannya. Caranya adalah dengan membiarkan anak mencoba memakai pakaiannya sendiri mulai dari menaikkan/menurunkan celana/rok, mengancingkan baju, hingga memakai sepatu.

Saat anak akan diajak permainan ini, pastikan pakaian yang digunakan mudah dilepas/dipakai seperti kaos yang longgar atau kemeja. Jika anak belum bisa melakukannya, tidak perlu memaksa mereka untuk bisa pada saat itu juga, biarkan mereka belajar sesuai dengan tahap perkembangannya.

Menyusun dan Menyortir

Kegiatan ini akan melatih kemampuan motorik halus serta mengasah kepekaan dan kefokusan akan satu hal, mengembangkan imajinasi, melatih kecerdasan logis-matematis, melatih presisi, dan melatih kemampuan mengelompokkan. Alat yang dibutuhkan hanya balok kayu warna-warni dengan berbagai macam bentuk.

Cara bermainnya yaitu dengan cara meminta anak untuk menyusun balok berbentuk kubus ke atas, mulai dari dua susun, tiga susun, dan seterusnya. Setelah itu, minta mereka untuk memasangkan balok yang berbentu segitiga atau setengah lingkaran di bagian paling tas, jika masih berantakan dan balok yang disusun selalu terjatuh, semangati mereka untuk tidak patah semangat dan mau terus mencoba.

Selain meminta mereka untuk menyusun balok, Anda juga bisa memintanya untuk mengelompokkan atau memisahkan balok-balok tersebut berdasarkan warna atau bentuk. Misalnya, kubus dengan kubus, segitiga dengan segitiga, warna merah dengan merah, hijau dengan hijau, dan seterusnya.

Semakin hari, kemampuannya akan semakin bertambah dan biarkan anak berimajinasi sendiri seperti membangun jembatan, gedung, rumah, dll. Jika Anda tidak memiliki mainan edukasi seperti balok kayu, Anda bisa memberikan permainan edukasi ini dengan alat-alat sederhana seperti kancing baju, sendok kayu, tutup gelas, cangkir, piring, garpu, dsb berdasarkan kriteria tertentu.

Meronce

Aktivitas ini merupakan salah satu stimulus untuk mengasah kemampuan motorik halus anak melalui jari-jarinya. Kegiatan ini juga berfungsi sebagai pelatihan dasar anak ketika nanti memegang alat tulis seperti pensil. Alat yang dibutuhkan adalah mainan ronce, tali sepatu/tali yang agak besar, roll bekas tisu atau manik-manik besar.

Jika Anda mampu untuk membeli mainan ronce, Anda bisa memanfaatkan alat tersebut untuk melatihnya. Namun jika Anda tidak memilikinya, Anda bisa menggunakan benang kasur, tali rapia atau tali sepatu untuk kemudian dimasukkan ke dalam rol bekas gulungan tisu yang sudah dipotong-potong menggunakan cutter, atau manik-manik berukuran besar. Caranya, ronce sampai semua rol/manik tersambung, jika sudah penuh hingga ke bagian ujung, ikat kedua ujung tali lalu kalungkan di leher anak.

Supaya lebih menarik, Anda bisa menghias rol bekas tisu dengan mengecat, menggambari atau ditempel bungkus kado. Jika anak sudah mampu meronce benda-benda yang berukuran besar, lanjutkan dengan meronce benda-benda yang lebih kecil.

Memulung dan Menjumput

Pernahkan Anda mengajak anak memasak kue bersama? Mereka pasti senang membantu orangtuanya menaburkan meises, kacang atau membuat hiasan kue lainnya. Ternyata, kegiatan ini melatih kemampuan dan kekuatan dalam mengambil sesuatu hanya dengan dua jari saja. Alat yang dibutuhkan adalah adonan kue, kismis, meises, kacang atau hiasan lainnya.

Coba berikan sedikit sisa adonan kue kepada anak, biarkan mereka memulungka dengan dua tangan. Lalu ajarkan menjumput kismis, meises, gula halus atau hiasan lainnya dan taburkan di atas adonan. Jika hiasan kue agak besar seperti potongan biscuit, permen cokelat atau kacang mede, Anda bisa melatihnya berhitung sekaligus sambil meletakkan masing-masing topping pada setiap adonan. Pastikan bahan yang digunakan aman untuk dimainkan anak ya bunda.