6 Tips Penting untuk Orang Tua yang Mudah Panik

November 7th, 2017

Beberapa orangtua terkadang memberikan reaksi berlebih ketika menyangkut masalah si kecil.menurut salah satu pakar, hal itu dikarenakan factor genetika dan lingkungan sekitar tempat tinggal. Untuk meredakan kecemasan orangtua atau Bunda sendiri, Bunda bisa melakukan tips dari Mayra Mendez, Ph.D., LMFT, seorang psikoterapis di Santa Monica, California,dikutip dari web nakita. Tips itu untuk meredakan kecemasan dalam hal factor lingkungan. Berikut ini cara untuk meredakannya;

orang tua mudah panik

1. Biarkan si kecil memiliki pengalamannya sendiri

Dr. Mayra mengungkapkan bahwa evaluasi kegiatan si kecil sesuai dengan perkembangkan. Sehingga biarkan anak Bunda untuk memiliki pengalaman sesuai dengan usianya untuk membantu perkembangansi kecil.

Sebagian Bunda akan bertanya dalam hati mereka, apakah aman bila si batita ditinggal dan bermain sendirian? Dqan itu tentu saja membuat Bunda merasa takut dan tidak yakin dengan tips di atas. Bagi Bunda yang tidak yakin dengan tips di atas, Bunda bisa mengatur waktu yang tepat, aman serta nyaman buat si kecil. Dengan begitu, Bunda bisa mengelola rasa khawatir Bunda.

2. Jangan terlampau cemas

Jangan terlampau cemas dengan keadaan si kecil karena anak yang merasa terlalu dilindungi akan menjadi tidak bisa mandiri dan selalu bergantung pada orangtuanya. Selalulah berpikiran positif sebagai bentuk antisipasi negative yang muncul di dalam otak Bunda. Kendalikan diri bila melakukan suatu kesalahan yang berkaitan dengan perkembangan si kecil.

3. Terapkan reaksi tepat

Beberapa bayi yang berada pada tahap belum mengeti pembicaraan orang lain, biasanya ia bisa menangkap isyarat lain. Sehingga ketika bayi berada jauh dari Bunda tetaplah waspada dan berikan reaksi yanvg tepat.

Misalnya saja, si kecil uingin mengambil gunting. Alih-alih berteriak, lebih baik Bunda bergerak secara gesit untuk menyambar gunting tersebut. Bunda harus banyak berlatih supaya bisa memberikan reaksi yang masuk akal. Sehingga Bunda bisa lebih tenang dan menahan diri dari kecemasan yang berlebih.

4. Jangan terlalu protektif

Menurut Dr. Mayra, orangtua yang terlalu protektif dapat menghambat keterampilan anak saat memecahkan masalah mereka. Sebab, orangtua yang terlalu protektif cenderung akan merendahkan orang lain dan menganggap anaknya lebih baik dari anak lain. Hal buruknya adalah muncul kemesan bila orangtua gagal mendidik anak.

5. Bicarakan dengan anak

Benar bila orangtua merasa memiliki kecemasan yang luar biasa. Ajaklah bicara si kecil dan tanamkan empati terhadapnya. Hal ini berguna untuk membangun kerja sama dengan anak dan si anak tetap merasa didengarkan dan dipahami orangtuanya.

6. Konsultasikan ke dokter

Bila Bunda merasa kurang cukup dengan tips di atas, ada baiknya untuk kondisikan masalah kecemasan Bunda terhadap para pakar. Pakar akan memberi pengobatan secara keseluruhan dan Bunda bisa menyesuaikan dan menerapkan hal yang diberikan. Bersabarlah dan lakukan yang terbaik agar anak tidak merasa terbebani.

Komentar

BACA JUGA
  • Terbaru
  • Terpopuler
anak doyan dandan

Anak Doyan Berhias? Ini Hal yang Harus Dilakukan Orang Tua

Berdandan cantik merupakan aktivitas yang sering dilakukan ...
bahaya kucing ibu hamil

Buat Para Ibu Hamil, Perhatikan Nih 7 Bahaya Dekat-Dekat Kucing!

Kucing merupakan hewan yang banyak berkeliaran di sekitar ...
anak multi bahasa

Ingin Mendidik Anak dengan Komunikasi Dua Bahasa? Ikuti 5 Tips Berikut!

Anak kecil atau usia balita yang dapat berkomunikasi dengan ...
minuman ibu hamil

Penting! Minuman yang Boleh dan Tidak Boleh Dikonsumsi Ibu Hamil

Sebagai Ibu yang baik pasti akan memberikan yang terbaik ...
kantung mata anak

4 Tips Ampuh Menghilangkan Kantung Mata pada Anak

Tak hanya orang dewasa, kantung mata juga bisa terjadi pada ...
penyakit kulit anak

6 Penyakit Kulit Pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Sebagai orang tua yang selalu waspada dengan kesehatan si ...
cara mengajari anak menghitung

Cara Mudah dan Efektif Mengajarkan Anak Menghitung

Tak semua anak berbakat dalam mengusai matematika. Tetapi ...