Ada Cairan Kuning dan Berbau Keluar dari Telinga Bayi, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Banyak permasalahan kesehatan yang sering muncul pada bayi. Satu problem yang cukup banyak terjadi adalah fenomena keluarnya cairan berwarna kuning serta berbau tidak sedap dari telinga si kecil. Ketika menghadapi problem seperti ini, orang tua kerap kebingungan dan biasanya diatasi dengan menutup lubang telinga memakai kapas.

Namun, apakah metode penanganan seperti itu sudah tepat? Bagaimana kalau permasalahan seperti ini terus-menerus menimpa si kecil? Untuk penanganan yang lebih tepat, tentu bunda harus terlebih dulu mengetahui penyebabnya. Setelah itu, penanganan bisa dilakukan sesuai dengan jenis penyebabnya.

telinga keluar cairan kuning

Penyebab Keluarnya Cairan Berwarna Kuning dan Berbau dari Telinga Bayi

Salah satu penyebab utama munculnya cairan kuning dan berbau itu dari telinga si kecil adalah adanya infeksi. Apalagi, ketika si kecil berusia kurang dari 3 tahun, masa ketika sistem imunitasnya masih sangat rentan. Penyebab infeksi tersebut juga beragam, hal yang umum adalah infeksi karena pilek.

Ketika anak usia 3 tahun mengalami pilek, maka akan disertai keluarnya cairan yang merupakan infeksi bakteri atau virus. Cairan ini kemudian terjebak pada telinga bagian tengah. Alhasil, gendang telinga juga mengalami infeksi. Dari situ, gendang telinga kemudian menggelembung dan rentan pecah.

Anak yang mengalami infeksi gendang telinga, biasanya bisa dikenali dengan berbagai macam tanda. Di antaranya adalah demam, sakit pada bagian telinga, kesulitan untuk tidur, permasalahan nafsu makan, muntah-muntah, serta diare. Kalau infeksi ini tak ditangani dengan baik, tak menutup kemungkinan akan mengganggu sistem pendengaran si kecil.

Cara Menangani Telinga Bayi yang Keluar Cairan Kuning dan Berbau

Untuk cara penanganannya, pada rentang 2-3 hari pertama, bunda bisa melihat bagaimana sistem imunitas si kecil bekerja. Upayakan untuk tidak memberi obat. Kalaupun dokter memberi obat, biasanya hanya berupa obat yang meredakan rasa nyeri seperti ibuprofen atau paracetamol.

Baru ketika infeksi semakin parah, akan dilakukan pengujian lebih lanjut untuk mengetahui jenis bakteri yang menginfeksi telinga. Tak menutup kemungkinan akan dilakukan tes pendengaran. Khusus untuk anak di bawah 3 tahun, permasalahan ini memang sangat kompleks, apalagi ketika anak memiliki problem kesehatan lain yang bisa memperparah infeksi.

Namun, hal yang perlu bunda perhatikan, infeksi pada bagian telinga harus diperiksa secara intensif ketika masih berlangsung setelah 2-3 hari. Ketika masih dalam rentang 2-3 hari, bunda tidak perlu terlalu khawatir. Semoga membantu, ya.

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE