Anak Bau Mulut? Oh Tidak!

March 10th, 2017

bau mulut anak, bau mulut pada anak, cara atasi bau mulut, nafas bau busuk, penyebab bau mulutBau mulut ternyata tidak hanya dialami oleh orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami bau mulut walaupun makanan yang dikonsumsinya belum beragam. Bau mulut pada anak-anak atau halitosis, dapat disebabkan oleh beberapa faktor, berikut diantaranya;

• Mulut kering. Jika anak Anda bernapas melalui mulut, bisa jadi karena dia memiliki hidung tersumbat, misalnya. Maka bakteri dalam mulut lebih mungkin untuk tumbuh subur.

• Benda asing. Sebuah kacang, mainan kecil, atau benda lain yang anak masukkan ke dalam hidungnya dapat menyebabkan ia memiliki bau mulut. Hal ini sering terjadi pada bayi dan balita, yang terkenal senang menempatkan hal-hal yang tidak seharusnya.

• Kebersihan yang buruk. Bakteri yang normal hidup di mulut dan berinteraksi dengan partikel sisa makanan, antara gigi, di garis gusi, lidah, atau di permukaan amandel di belakang tenggorokan anak Anda. Hal ini menyebabkan bau mulut, terutama jika sisa makanan berada di mulut untuk waktu yang lama.

• Gigi berlubang, penumpukan karang gigi, atau abses pada gigi. Ini dapat mempengaruhi gigi anak-anak pada usia berapa pun dan menyebabkan bau mulut. Sementara jika pada orang dewasa, penyakit gusi, atau gingivitis, adalah penyebab bau mulut, tetapi biasanya tidak pada anak-anak.

• Makan makanan pedas. Jika anak Anda menikmati makanan seperti bawang putih dan bawang merah, maka ini dapat mempengaruhi napas saat mereka bekerja melalui sistemnya dan menimbulkan bau mulut.

• Penyakit atau kondisi. Sesuatu seperti infeksi sinus, radang amandel, atau bahkan alergi musiman dapat menyebabkan bau mulut. Dan beberapa anak dengan penyakit gastroesophageal reflux (regurgitasi pada makanan mereka) memiliki napas berbau busuk.

Jadi apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi bau mulut anak? Dalam kebanyakan kasus, kebersihan mulut yang baik adalah jawabannya.

Jika anak Anda masih bayi, cobalah untuk menghapus atau menyikat gusi dan gigi setiap kali setelah makan dan sebelum tidur. Anda juga bisa menyikat lidahnya dengan lembut. Ingat, tidak perlu menggunakan pasta gigi pada usia ini.

Setelah anak Anda melewati tahap bayi, menggosok gigi setidaknya dua kali sehari dan sekali lagi sebelum tidur. Sebelum ia berusia 2 tahun, gunakan hanya titik pasta gigi seukuran sebutir beras (atau oles tipis). Diatas usia 2 tahun, gunakan pasta gigi sebesar kacang.

Jika anak masih memiliki bau mulut, bawalah ia ke dokter untuk pemeriksaan. Adalah penting untuk membawa anak ke dokter gigi secara teratur untuk memastikan bahwa giginya sehat dan bersih.

Pastikan anak Anda sering mencuci tangannya dengan sabun dan air jika dia mengisap ibu jarinya atau jari-jarinya, dan cucilah benda-benda yang sering ia gunakan. Jika bayi Anda menggunakan dot, sterilkan dengan menjatuhkannya dalam air mendidih.

Komentar

BACA JUGA
  • Terbaru
  • Terpopuler
anak doyan dandan

Anak Doyan Berhias? Ini Hal yang Harus Dilakukan Orang Tua

Berdandan cantik merupakan aktivitas yang sering dilakukan ...
bahaya kucing ibu hamil

Buat Para Ibu Hamil, Perhatikan Nih 7 Bahaya Dekat-Dekat Kucing!

Kucing merupakan hewan yang banyak berkeliaran di sekitar ...
anak multi bahasa

Ingin Mendidik Anak dengan Komunikasi Dua Bahasa? Ikuti 5 Tips Berikut!

Anak kecil atau usia balita yang dapat berkomunikasi dengan ...
minuman ibu hamil

Penting! Minuman yang Boleh dan Tidak Boleh Dikonsumsi Ibu Hamil

Sebagai Ibu yang baik pasti akan memberikan yang terbaik ...
kantung mata anak

4 Tips Ampuh Menghilangkan Kantung Mata pada Anak

Tak hanya orang dewasa, kantung mata juga bisa terjadi pada ...
penyakit kulit anak

6 Penyakit Kulit Pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Sebagai orang tua yang selalu waspada dengan kesehatan si ...
cara mengajari anak menghitung

Cara Mudah dan Efektif Mengajarkan Anak Menghitung

Tak semua anak berbakat dalam mengusai matematika. Tetapi ...