Anak Doyan Mengisap Jempol, Apakah Berbahaya?

Kebiasaan mengisap jempol menjadi aktivitas yang sering dijumpai pada anak. Hal ini cukup lumrah ketika terjadi pada bayi baru lahir. Namun, bagaimana kalau kebiasaan mengisap jempol itu terus dilakukan saat anak berusia 3 atau bahkan 5 tahun?

Terkait kebiasaan mengisap jempol ini, orang tua harus tau kalau aktivitas ini dilakukan ketika anak mencari kenyamanan. Biasanya, anak secara refleks mulai mengurangi kegiatan yang disebut fase oral ini pada usia 2 tahun dan menghilang secara total pada usia 6 tahun.

anak mengisap jempol

Secara umum, anak sebaiknya didorong untuk menghilangkan kebiasaan ini ketika mereka menginjak usia 3 tahun. Perlu diketahui, kebiasaan mengisap jempol terkadang tak bisa hilang dengan sendirinya. Perlu adanya dorongan orang tua. Kalau tidak, akan muncul beberapa dampak negatif pada pertumbuhan anak.

Dampak Negatif Kebiasaan Mengisap Jempol Pada Anak

Beberapa dampak negatif tersebut adalah:

1. Pertumbuhan gigi pada anak menjadi terganggu. Gigi akan cenderung maju ke depan atau ke atas sehingga membuat anak bergigi tonggos.

2. Perkembangan kemampuan bicara anak menjadi terganggu karena adanya perubahan struktur mulut dan gigi.

3. Muncul permasalahan ketika anak mengunyah atau menggigit makanan.

4. Anak mengalami permasalahan dalam pergaulan karena kebiasaan mengisap jempol akan jadi bahan olok-olokan temannya.

5. Anak yang memiliki kebiasaan mengisap jempol punya kecenderungan bersikap pasif. Alhasil, mereka tidak memiliki terlalu banyak teman.

Cara Membantu Anak Menghentikan Kebiasaan Mengisap Jempol

Oleh karena itu, ada hal yang perlu dilakukan oleh orang tua agar bisa membantu anak dalam menyelesaikan masalah ini. Caranya adalah:

– Mengajak anak secara persuasif

Pastikan bunda bisa memberi tahu anak kalau kebiasaan mengisap jempol tidak baik bagi tubuhnya. Hanya saja, ucapkan kata-kata tersebut dengan kalimat yang persuasif, bukan bentakan.

– Jelaskan dampak buruk mengisap jempol

Ketika anak sudah bisa memahami perkataan orang-orang di sekitarnya, bunda dapat menjelaskan dampak negatif kebiasaan tersebut. Kalau mau, bunda juga bisa mengajak anak berkonsultasi ke dokter gigi anak.

– Mengalihkan perhatian anak

Kebiasaan mengisap jempol dilakukan karena mereka ingin cari kenyamanan. Sebagai gantinya, bunda bisa mengajak anak mengalihkan perhatiannya dengan beragam jenis permainan. Bunda juga bisa terjun langsung dalam mengajak anak bermain.

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE