Anak Mudah Stress Jika Orang Tua Sering Bertengkar

stressAnda termasuk orang yang sering bertengkar dengan pasangan Anda? Jika iya, mulai sekarang berhati-hatilah atau hentikanlah, karena pertengkaran tidak hanya merugikan kalian sendiri, namun juga akan berdampak pada anak, kondisi psikis anak akan melemah dan berakibat memicu stress.

Pertengkaran memang tidak bisa dihindari, namun bisa di-rem agar tidak terjadi di depan anak Anda. Ini mungkin Anda atau pasangan Anda yang punya temprament tinggi harus lebih bersabar jika akan terjadi pertengkaran.

Sebab pertengkaran sendiri beraneka ragam, bahkan karena persoalan kecil pun bisa memicu pertengkaran yang hebat, misalkan karena masalah pekerjaan, keuangan atau hubungan personal. Sebab-sebab pertengkaran ini harus dihindari jika Anda tidak ingin anak Anda tumbuh kuat secara emosional.

Menurut Cybele Raver, Profesor Psikologi di Universitas New York bidang budaya, pendidikan, dan pengembangan diri, Pertengkaran secara percakapan (bentakan, teriakan, perdebatan) ataupunsecara fisik (kekerasan, main tangan) antara Anda dan pasangan bisa mempengaruhi anak untuk mengidentifikasi dan mengendalikan emosi.

Bahkan suasana panas akibat pertengkaran di dalam rumah waktu yang cukup lama pun bisa berdampak pada penyesuaian emosional yang cenderung lambat, terutama untuk anak-anak usia dini.

Jadi, secara tidak langsung stud tersebut berpendapat bahwa pertengkaran orang tua bisa membuat anak tumbuh dan berkembang dalam keadaan seperti tertekan, pertengkaran tersebut juga akan membuat anak secara psikologis menjadi stress, setidaknya jika tau hal ini mulai sekarang berhati-hatilah dalam mengatasi masalah Anda dengan pasangan agar tidak berdampak pada anak, paling tidak jangan melibatkan anak dalam masalah Anda dengan pasangan.

Kita mungkin bisa menyaksikan contoh bagaimana pasangan mantan suami istri yang sudah bercerai kadang bersatu kembali untuk anak-anaknya, mereka mengesampingkan egonya demi anak-anak. Orang tua kadang perlu mengatur perasaan mereka ketika sedang marah, frustasi dan khawatirmembicatakan masalah keluarga.

Jika hal ini terjadi? solusinya hanya satu, kendalikan ego Anda dan pasangan, jangan bertengkar di depan anak-anak, bersikaplah seperti biasa jika sudah terjadi permasalahan. Tentu Anda sudah dewasa dan tau bagaimana harusnya bersikap.