Bayi Demam Setelah Imunisasi? Ini 7 Tips Cara Mengatasinya!

Demam setelah imunisasi adalah hal yang wajar. Namun, tidak semua jenis imunisasi menyebabkan demam. Untuk imunisasi BCG, polio dan campak umumnya tidak memberikan reaksi apapun. Sedangkan imunisasi hepatitis B dan DPT (difteri, pertussis dan tetanus) seringkali menyebabkan bayi mengalami nyeri dan demam selama beberapa hari.

imunisasi bayi demam

Demam yang dialami anak selama beberapa hari membuat anak menjadi rewel dan tidak nafsu makan. Hal ini yang membuat orang tua khawatir oleh sebab itu, ada beberapa hal yang dapat mengatasi bayi demam setelah imunisasi.

1. Meningkatkan asupan ASI

ASI adalah obat terbaik bagi bayi yang mengalami demam setelah imunisasi. Pada saat demam, cairan tubuhnya akan keluar lebih banyak. Oleh sebab itu, ibu harus meningkatkan asupan ASI guna mencegah dehidrasi. ASI mengandung nutrisi lengkap yang dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh.

2. Kenakan pakaian berbahan sejuk

Ketika demam, sebaiknya ibu tidak memberikan pakaian atau selimut yang tebal. Hal tersebut hanya akan membuat panas tubuhnya tidak keluar dengan baik. Dan gunakan pakaian sejuk agar keringatnya akan mudah keluar dan diserap.

3. Kompres dengan air hangat

Air hangat dapat membuat pori-pori terbuka sehingga panas dapat cepat keluar. Oleh sebab itu, ketika anak demam sebaiknya kompres dahinya dengan air hangat dan bukan air dingin. Selain dahi, dapat mengompres juga di ketiak atau telapak kakinya.

4. Kompres dengan parutan kentang

Parutan kentang memiliki kandungan senyawa aktif yang dapat membantu menurunkan suhu tubuh. Cara ini umum dipraktekan untuk anak-anak berusia balita. Caranya cukup parut kentang dan masukkan dalam kaus kaki, kemudian dikenakan pada telapak kaki balita Anda.

5. berendam dengan air hangat

mandi air hangat sangat disarankan oleh pakar kesehatan hal ini karena mandi air hangat dapat membuat tubuh bayi menjadi rileks dan nyaman. Bayi diperbolehkan mandi, asalkan menggunakan air hangat atau ruam-ruam kuku.

6. Tingkatkan waktu istirahatnya

Waktu tidur ketika anak sedang sakit haruslah ditingkatkan. Letakkan ia di ruangan yang nyaman dan pakaian yang tidak terlalu tebal sehingga bayi tidak rewel berlebihan. Banyak istirahat dapat membantu rileksasi otot-otot tubuh serta mengoptimalkan kinerja system imun dalam melawan kuman sehingga demam cepat turun.

7. Berkonsultasi pada dokter

Apabila panas tidak turun selama beberapa hari, anak tidak nafsu makan, terlihat lelah, dan menangis lebih dari 3 jam lebih baik segera bawa ke dokter sebab hal ini bisa saja awal dari penyakit lain. Nantinya dokter akan memberikan obat penurun panas yang aman untuk bayi dan dosis yang tepat.