Beberapa faktor penyebab anak sulit belajar

July 17th, 2013

contohgambaruntukpost2Pada saat anak mulai tidak bisa mengikuti pelajarannya di sekolah, kita sebagai orang tua mulai beranggapan bahwa anak kita malas, dan dengan demikian secara di sadari ataupun tanpa kita sadari mulai menegur sang anak. Dan pada akhirnya minta bantuan pada guru les, tanpa tahu apa yang menyebabkan anak kita mengalami kesukaran belajar, sedangkan kemalasan sang anak adalah hanya salah satunya saja. Ada beberapa alasan kenapa seorang anak merasa begitu sukar untuk belajar diantaranya :

  1. Faktor yang pertama biasanya mengenai hal kecerdasan, dan kita selaku orang tua mesti bisa menilai kemampuan sang anak dengan tepat, seandainya kita melihat anak telah berusaha belajar dengan tekun namun hasilnya masih kurang maksimal berarti ada kemungkinan tuntutan belajar sekolahnya melampui kesanggupan dari otak si anak itu sendiri. Jadi jangan pernah memaksakannya, hal ini akan membuat seorang anak merasa tertekan.

  2. Kadang anak begitu mengalami kesulitan untuk mengikuti pelajaran yang disampaikan para gurunya di sekolah, karena mungkin tidak sesuai dengan pola dan cara belajar anak itu sendiri. (hal ini mengenai anak yang baru masuk sekolah, terutama anak TK) kadang anak belajar dengan cara yang berbeda, kadang ada yang cenderung berpikir abstrak, tapi ada juga yang berpikira konkret, kadang belajar berurutan, tapi kadang pula belajar secara acak, seorang guru tidak selalu dapat menyampaikan dan menjelaskan materi pelajaran yang cocok untuk setiap anak didiknya, maka dari itu kita sebagai orang tua sangat penting untuk mengenali bagaimana cara belajar dan pola pikir sang anak, dan kita orang tua berusaha mencari cara bagaimana cara menjelaskannya apa yang telah anak pelajari di sekolah, dan bila setelah kita menjelaskan sang anak mengerti berarti pola pelajaran di sekolah kurang pas dan kita harus kembali membantu memberikan penjelasan di rumah.

  3. Seorang anak mengalami kesulitan mungkin karena minat belajarnya terbatas hanya pada satu atau dua mata pelajaran saja, yang sebenarnya jika kita buat rata-rata seharusnya anak bisa menguasai sekitar 10 mata pelajaran, dan tugas kita sebagai orang tua adalah menolong si anak agar dapat menyerap pelajar lainnya, dan jangan pernah memaksakan anak untuk mendapat nilai tinggi, sebab pada akhirnya dia anak mengembangkan bidang pelajarannya di tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

  4. Ada juga sebagian anak yang mengalami kesulitan belajar karena suatu alasan pribadi, yang kadang berkaitan dengan pengajar, bisa juga ia tidak menyukai pengajar karena pernah diejek atau dipermalukan, sehingga membuat sang anak tidak dapat menumbuhkan minat belajar pada bidang tersebut, yang pada akhirnya membuat nilai pelajarannya merosot tajam, kembali kita sebagai orang tua untuk membantu anak memisahkan antar pengajar dan apa yang di ajarkan.

  5. Ada juga seorang anak akan mengalami kesukaran dalam belajar akibat perlakuan temannya yang tidak bersahabat, hingga membuat ia sukar untuk berkonsentrasi, dan membuat ia merasa takut untuk berangkat ke sekolah. Berikan ia masukan bagaiman cara mengatasi teman yang tidak bersahabat tersebut, tentu dalam hal ini kita sesuaikan dengan pola pikir sang anak.

  6. Hal ini adalah salah satu masalah yang dapat membuat seorang anak sukar untuk belajar yaitu, adanya masalah dalam keluarga terutama masalah rumah tangga ke dua orang tuanya, jadi jangan sampai problem orang tua menjadi problem sang anak, jadi jauhi atau hindari pertengkaran di depan sang anak.

  7. Bermain, ini juga bisa menjadi penyebab kesulitan anak untuk belajar sebab biasanya anak berpikir bermain jauh lebih menyenangkan daripada belajar, dan ketersediaan mainan di rumah atau di luar rumah memang terlalu sulit untuk di hindari sang anak yang pada akhirnya membuat sang anak lebih senang bermain di bandingkan belajar, dan kita sebagai orang tua bertanggung jawab untuk bisa menjaga dan membatasi waktu bermain anak akan tetapi bukan berarti melarang sang anak untuk bermain, karena bermain adalah salah satu cara bagi si anak untuk menyegarkan pikiran dan jiwanya.

Sahabat semua ini biasanya terjadi pada anak sekolah usia dini tapi tidak menutup kemungkinan juga bisa terjadi pada anak usia yang lebih dewasa, semoga artikel ini bermanfaat.

sumber : www.telaga.org

Komentar

BACA JUGA
  • Terbaru
  • Terpopuler