Buat Para Bunda, Hati-Hati! Terlalu Sering Mengonsumsi Daging Olahan Bisa Berbahaya, Ini Alasannya

April 15th, 2018

Produk daging olahan seperti sosis, kornet, dan semacamnya memang memberi banyak keuntungan. Selain memiliki rasa yang enak, daging olahan juga punya keuntungan berupa kemudahan dalam proses memasak. Ditambah lagi, anak-anak kebanyakan suka kalau sudah memperoleh sajian daging olahan di piringnya.

Namun, terlalu sering mengonsumsi daging olahan juga merupakan aktivitas yang tidak baik. Tidak hanya bagi bunda, tapi juga secara khusus untuk anak. Alasan utamanya adalah karena produk daging olahan yang ada di pasaran kerap menggunakan bahan pengawet berbahaya yang bernama nitrit. Selain mengawetkan, penambahan bahan ini juga membuat daging terlihat berwarna merah yang cantik.

bahaya konsumsi daging olahan

Sebagai bahan pengawet, nitrit memang memiliki fungsi yang maksimal. Kehadiran bahan ini bisa menjadi pencegah bertumbuhnya bakteri Clostridium botulinum yang menyebabkan terjadinya keracunan makanan. Selain itu, nitrit juga berperan penting dalam penghambatan pertumbuhan spora lainnya, seperti Staphylococccus aureus, Clostridium botulinum, dan Clostridium perfringens pada produk daging olahan.

Bahaya Tersembunyi dari Bahan Pengawet Nitrit Pada Produk Daging Olahan

Namun, jangan salah duga, bahan pengawet nitrit juga memiliki efek berbahaya bagi tubuh. Dalam buku berjudul Rahasia Terkini Awet Muda yang ditulis oleh dr. Phaidon L. Toruan M.M dan dr. Widya Murni, MARS, nitrit berpotensi menimbulkan zat beracun dan bersifat karsinogen dalam tubuh.

Nitrit yang telah mengalami reaksi kimia, bisa menimbulkan zat bernama nitrosamin. Zat ini berpotensi untuk melakukan pengrusakan pada bagian hati serta menjadi pemicu munculnya penyakit tumor. Hal ini telah dibuktikan oleh para peneliti menggunakan tikus percobaan.

Lalu, bagaimana cara pencegahannya. Mau tidak mau, bunda perlu mengurangi konsumsi produk daging olahan di rumah. Apalagi, kebanyakan bahan pengawet yang beredar di pasaran dan sesuai dengan sNi 01-0222-1995 memiliki kandungan nitrit, seperti kalium nitrit serta natrium nitrit.

Selain melakukan langkah pencegahan, bunda juga bisa lebih banyak menyediakan menu bergizi bagi anggota keluarga. Bawang putih serta cabai hijau menjadi bahan wajib, karena kemampuannya menangkal nitrosamin. Selain itu, bunda juga bisa memakai tomat atau wortel sebagai gantinya.

Komentar

BACA JUGA
  • Terbaru
  • Terpopuler
anak suka corat-coret dinding

Anak Suka Corat-coret Dinding? Ternyata Kebiasaan Ini Punya Manfaat Tinggi, Lho!

Corat-coret dinding menjadi kebiasaan yang sering dilakukan ...
suami workaholic

Tips Ampuh Biar Tak Makan Hati Menghadapi Suami yang Workaholic

Memiliki suami yang workaholic atau kerap menghabiskan ...
perlengkapan bayi diy-3

Ide Kreatif Membuat Mainan DIY untuk Anak di Rumah, Murah dan Edukatif

Mainan anak bisa didapatkan dengan beragam cara. Cara yang ...
kebiasaan yang membuat anak membangkang

Bukannya Jadi Penurut, 4 Kebiasaan Ini Malah Membuat Anak Suka Membangkang

Memiliki anak yang bisa menuruti perkataan orang tua tentu ...
kata ajaib mendidik anak

Bunda, Yuk Ajari Anak 3 Kata Ajaib untuk Pembentukan Karakter yang Baik

Tidak ada sekolah yang mengajari seorang ibu dalam mendidik ...
bayi kembar identik dan tak identik

Kenapa Bayi Kembar Bisa Lahir dalam Kondisi Identik dan Tidak Identik? Ini Alasannya

Memiliki bayi kembar menjadi karunia sangat besar bagi ...
sabar menghadapi anak

Merasa Di Ambang Kesabaran Saat Mendidik Anak? Ingat 6 Hal Ini, ya Bunda

Menjadi orang tua dan tugas mendidik anak bukanlah hal yang ...
manfaat berolahraga anak jadi lebih cerdas

Bunda, Mengajarkan Anak untuk Berolahraga Ternyata Mampu Tingkatkan Kecerdasan, Lho!

Banyak cara yang dapat bunda lakukan kalau ingin ...
anak mendapat nilai jelek di sekolah

Anak Dapat Nilai Jelek di Sekolah? Ini Hal yang Perlu Bunda Lakukan

Memiliki anak pintar dan berprestasi menjadi impian setiap ...
gaya belajar anak zaman now

Bunda Perlu Tahu Nih, 5 Jenis Gaya Belajar Anak Zaman Now

Cara mendidik anak zaman now tentu harus berbeda dengan ...