Buku Islami Parenting : Mengenal & Memahami Pendidikan Anak Metode Nabi

parenting islamiMasa kanak-kanak merupakan masa yang paling subur dan penting. Karena pada fase inilah seorang pendidik bisa menanamkan prinsip-prinsip yang lurus dan orientasi yang baik dalam jiwa dan perilaku anak didiknya. Kesempatan pada fase ini terbuka luas dan semua potensi tersedia dengan adanya fitrah yang suci, masa kanak-kanak yang masih lugu, kepolosan yang begitu jernih, kelembutan dan kelenturan jasmani, hati yang belum teremari, dan jiwa yang belum terkotori.

Menurut Imam Al-Ghazali, metode melatih anak merupakan perkara yang terpenting dan paling utama. Anak adalah amanah bagi kedua orang tuanya. Hatinya yang suci merupakan perhiasan yang sangat berharga. Bila ia dilatih untuk mengerjakan kebaikan, ia akan tumbuh menjadi orang yang baik dan bahagia dunia akhirat. Sebaliknya, bila ia dibiarkan mengerjakan keburukan dan dibiarkan begitu saja bagaikan hewan, ia akan hidup sengsara dan binasa.

Cara orang tua menjaga anaknya adalah dengan mendidik dan mengajarkan akhlak yang baik serta menjaganya dari teman-teman yang buruk. Saat orangtua melihat tanda-tanda bahwa anaknya telah mampu membedakan antara yang baik dan yang buruk, ia harus meningkatkan pengawasan terhadapnya. Hal ini diawali dengan rasa malu pada anak. Bila anak mulai memiliki rasa segan dan malu, serta tidak mau melakukan beberapa hal tertentu, itu semua karena ia mulai berpikir dengan baik sehingga mengetahui perkara yang tidak baik. Ia mulai malu melakukan hal-hal yang tidak baik tersebut.

Sikap itu merupakan petunjuk dari Allah SWT yang diberikan kepadanya dan menunjukkan akhlak dan kejernihan hati. Anak yang memiliki rasa malu tidak selayaknya dibiarkan begitu saja. Perasaan malunya itu harus dimanfaatkan untuk mendidiknya. Bila pada awal pertumbuhan seorang anak ditelantarkan, nantinya kebanyakan dari mereka akan berakhlak buruk, suka berdusta, dengki, mencuri, mengadu domba, senang memeras orang lain, suka berbuat iseng, banyak tertawa, dan gemar melakukan tipu daya dan berkhianat.

Lantas, apa yang diharuskan orangtua bila putra putri mereka belum juga mau menaati arahan yang diberikan oleh orangtuanya? Apakah memukul anak untuk mendidiknya merupakan cara yang dapat dibenarkan? Jika dibenarkan, bentuk pemukulan seperti apa yang diperbolehkan dan kapan waktunya? Apabila pemukulan sudah tidak bermanfaat dan tidak lagi menjadi solusi efektif, cara apalagi yang dapat dijadikan solusinya?

Setiap orangtua tentu mencari solusi dari setiap permasalah dalam hal mendidik anak. Apa yang harus dilakukan oleh orangtua jika anaknya tumbuh menjadi anak pembangkang, pengecut, dan penakut sehingga terbiasa berbohong? Bagaimana pengaruh sikap lemah lembut dan kasih saying yang berlebihan terhadap perilaku anak? Pertanyaan-pertanyaan ini sering bergelayut di benak para orangtua. Dan semua jawaban dari pertanyaan tadi bisa Anda dapatkan dalam Buku berjudul Islamic Parenting, Pendidikan Anak Metode Nabi. Anda akan melihat petunjuk Rabbani, bimbingan Nabawi, dan intisari pemikiran ulama umat Islam, baik pendapat, amal perbuatan, maupun perilaku, mulai sang anak berada dalam sulbi ayahnya hingga dilahirkan, tumbuh menjadi besar, mencapai usia baligh dan menjadi seorang dewasa.

Buku ini memberikan penjelasan dan pelajaran dari kisah-kisah pendidikan para Nabi untuk bisa kita amalkan. Mulai dari usia 0-3 tahun, 4-10 tahun, 11-14 tahun, 15-18 tahun, dan fase pranikah. Semua dijelaskan dengan detail dan pedoman alQuran & Sunnah. Semoga kita bisa menjadi orangtua yang mampu menghadirkan generasi Rabbani yang sukses dunia akhirat.