Bunda, Mengatur Jarak Kehamilan Berpengaruh Pada Tingkat Kematian Ibu dan Bayi, Lho!

April 11th, 2018

Tingkat kematian ibu dan bayi ketika proses persalinan di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasar data dari WHO, kematian ibu dan bayi di Indonesia pada tahun 2010 mencapai 359 per 100 ribu. Sementara itu, data dari IDHS 2012 mengungkapkan kalau tingkat kematian ibu dan bayi di Indonesia mencapai angka 66 ribu per tahun.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah. Hanya saja, updaya tersebut bakal tidak memperoleh hasil yang optimal kalau tidak diiringi dengan upaya langsung dari para orang tua. Salah satunya adalah dengan mengatur jarak kehamilan.

mengatur jarak kehamilan bayi

Wanita Butuh Proses Pemulihan Setelah Melahirkan

Hal pertama yang perlu bunda ketahui, proses melahirkan merupakan aktivitas yang sangat membebani tubuh. Seorang bunda yang telah menjalani proses kelahiran, tidak hanya mengalami kelelahan secara fisik, tapi juga emosional.

Oleh karena itu, mengatur jarak kehamilan satu sama lain menjadi hal penting yang bisa digunakan untuk memulihkan kondisi fisik serta emosional bunda. Tak jarang, kalau terjadi kesalahan, bunda bisa saja butuh waktu pemulihan yang lama, mencapai bertahun-tahun.

Jarak Kehamilan yang Ideal

Menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan, jarak kehamilan yang terjadi kurang dari 12 bulan, memiliki risiko kematian ibu dan bayi yang sangat tinggi. Kematian tersebut umumnya diakibatkan karena adanya pendarahan paskapersalinan.

Ketika jarak kehamilan kurang dari 12 bulan, rahim bunda masih belum siap untuk menampung serta menjadi tempat tumbuh kembangnya si kecil. Di samping itu, bunda juga tidak akan bisa optimal dalam mendidik anak sebelumnya, karena sudah harus terganggu dengan aktivitas merawat janin.

Lalu, berapa waktu jarak yang ideal bagi seorang ibu untuk bisa kembali hamil setelah melahirkan? Rentang antara 2-5 tahun merupakan pertimbangan yang bisa bunda lakukan. Secara khusus, WHO menyarankan agar jarak antar kehamilan yang ideal adalah 3 tahun.

Dengan durasi 3 tahun tersebut, bunda bisa secara merawat anak terdahulu secara lebih intensif. Pemberian ASI ekskulusif juga pada anak juga bermanfaat. Dengan begitu, anak sebelumnya dapat tumbuh dengan optimal.

Nah, dengan mendapatkan informasi ini, bunda perlu berpikir ulang kalau ingin kembali melahirkan bayi, ya.

Komentar

BACA JUGA
  • Terbaru
  • Terpopuler
anak suka corat-coret dinding

Anak Suka Corat-coret Dinding? Ternyata Kebiasaan Ini Punya Manfaat Tinggi, Lho!

Corat-coret dinding menjadi kebiasaan yang sering dilakukan ...
suami workaholic

Tips Ampuh Biar Tak Makan Hati Menghadapi Suami yang Workaholic

Memiliki suami yang workaholic atau kerap menghabiskan ...
perlengkapan bayi diy-3

Ide Kreatif Membuat Mainan DIY untuk Anak di Rumah, Murah dan Edukatif

Mainan anak bisa didapatkan dengan beragam cara. Cara yang ...
kebiasaan yang membuat anak membangkang

Bukannya Jadi Penurut, 4 Kebiasaan Ini Malah Membuat Anak Suka Membangkang

Memiliki anak yang bisa menuruti perkataan orang tua tentu ...
kata ajaib mendidik anak

Bunda, Yuk Ajari Anak 3 Kata Ajaib untuk Pembentukan Karakter yang Baik

Tidak ada sekolah yang mengajari seorang ibu dalam mendidik ...
bayi kembar identik dan tak identik

Kenapa Bayi Kembar Bisa Lahir dalam Kondisi Identik dan Tidak Identik? Ini Alasannya

Memiliki bayi kembar menjadi karunia sangat besar bagi ...
sabar menghadapi anak

Merasa Di Ambang Kesabaran Saat Mendidik Anak? Ingat 6 Hal Ini, ya Bunda

Menjadi orang tua dan tugas mendidik anak bukanlah hal yang ...
manfaat berolahraga anak jadi lebih cerdas

Bunda, Mengajarkan Anak untuk Berolahraga Ternyata Mampu Tingkatkan Kecerdasan, Lho!

Banyak cara yang dapat bunda lakukan kalau ingin ...
anak mendapat nilai jelek di sekolah

Anak Dapat Nilai Jelek di Sekolah? Ini Hal yang Perlu Bunda Lakukan

Memiliki anak pintar dan berprestasi menjadi impian setiap ...
gaya belajar anak zaman now

Bunda Perlu Tahu Nih, 5 Jenis Gaya Belajar Anak Zaman Now

Cara mendidik anak zaman now tentu harus berbeda dengan ...