Cara & Waktu Yang Tepat Memberikan Sugesti Positif Pada Anak (Hipnoterapi)

hipnoteraphiMenanamkan emosi positif pada anak dalam segala kegiatannya bukanlah hal yang mudah. Ada beberapa momen yang bisa ayah dan bunda manfaatkan untuk menanamkan sikap positif pada anak agar mereka berkembang dengan baik sesuai yang diharapkan. Dikutip dari Hipnoterapi Yogyakarta, dalam akun sosialnya memaparkan tentang 20 momen terbaik untuk melakukan sugesti positif dalam membangun karakter anak mandiri, cerdas dan bahagia.

1. Saat mengantuk. Pada momen ini, gelombang otak anak turun dari beta ke alpha dimana anak berada dalam kondisi sangat malas untuk melakukan sesuatu, kecuali tidur. Pada kondisi yang disebut hypnosis ini anak sangat sugestif. Anda bisa mengucapkan sugesti positif dengan lembut dan penuh cinta, setengah berbisik, dan dekat dengan telinga anak. Lakukan minimal 3 kali sehari, lalu akhiri dengan konfirmasi ke anak. Bila anak mengabaikan atau menjawabnya dengan malas-malasan, biarkan karena itu berarti tanda sugesti Anda telah masuk.

2. 30 menit pertama saat tidur. Saat tidur lelap, anak tidak bisa disugesti, namun hal ini akan efektif pada 30 menit pertama saat anak berada anak berada dalam kondisi alpha hingga theta, yaitu sebuah kondisi rileks yang sangat sugestif.

3. Saat Bermimpi. Mimpi merupakan momen sugestif karena saat itu anak berada dalam kondisi theta. Tanda ketika anak bermimpi ada pada kelopak matanya yang bergerak seakan bola matanya berputar. Di ranah psikologi, ini disebut REM (Rapid Eye Movement).

4. Saat mengigau. Ketika tidur, sering kali anak menghadirkan fenomena mengigau. Anak berada pada gelombang theta yang sangat sugestif. Anda bisa memeluk dan membelai dengan ucapan cinta kasih sebelum memberinya kata-kata sugestif. Ulangi dan lakukan konfirmasi dengan sangat lembut.

5. 30 menit sebelum bangun tidur. Dari gelombang deltha (tidur), 30 menit lamanya kesadaran akan bergeser menjadi gelombang theta dan alpha, untuk kemudian manusia masuk ke kesadaran beta. Pada momen inilah orang tua bisa menyisipkan sugesti positif dengan berbisik lembut penuh belaian.

6. Saat fokus membaca buku. Pada momen ini anak berada dalam kondisi alpha. Uji kefokusannya dengan memanggilnya lembut. Bila ia malas, bahkan tidak menjawab atau menjawabnya dengan tanpa menoleh, itu tandanya anak sedang begitu fokus. Berikan sugesti positif tanpa perlu menyentuhnya, agar pikiran sadarnya tetap fokus ke dalam buku.

7. Saat asyik bermain game. Keasyikan main game, membuat anak sangat fokus sehingga gerbang pikiran alam bawah sadarnya terbuka lebar. Anda bisa mencoba memanggilnya lembut untuk memastikan bahwa pikiran sadarnya tidak menghiraukan Anda. Setelah yakin, ucapkan sugesti positif tanpa perlu Anda menyentuhnya. Ulangi beberapa kali.

8. Saat asyik menonton. Sama halnya seperti sedang asyik bermain game, Anda bisa memasukkan sugesti positif saat mereka asyik menonton film. Ucapkan sugesti positif dengan lembut tanpa mengganggu konsentrasinya.

9. Saat tengah asyik menggambar/melukis/menulis. Pada momen seperti ini, perkuat konsentrasi dan kenyamanannya sebelum memasukkkan sugesti. Misalnya : “Diva, sayangg. Semakin kamu asyik menggambar, semakin nyaman kamu, jauh lebih nyaman dan nyaman lagi. “Lalu masukan sugesi positif Anda.”

10. Saat melamun. Ketika anak-anak sedang bengong dan melamun, critical factor seseorang sedang terbuka. Saat inilah orang tua bisa mengintervensi kesadaran anak dengan memasukan sugesti positif. Pastikan tanpa menyentuhnya agar critical factornya tetap istirahat.

11. Saat mengingat sesuatu. Proses mengingat adalah momen ketika seseorang memasuki trance ringan. Bahkan dalam hipnosis formal, mengingat bisa menjadi teknik induksi untuk memasukan orang ke dalam kondisi trance. Ketika anak sedang mengingat sesuatu, Anda bisa memasukkan sugesti positif dengan lembut. Misalnya : “Nak, semakin kamu mengingat, semakin kamu memutuskan diri untuk mulai sekarang dan seterusnya, kamu rajin sekolah”.

12. Saat bingung. Bingung juga merupakan sebuah kondisi trance, kondisi alami ini membuat alam gerbang bawah sadarnya terbuka. Saat gerbang bawah sadar terbuka, maka sugesti apapun bisa masuk. Termasuk sugesti positif Anda pada buah hati tercinta.

13. Saat menangis. Sel-sel air mata mampu merangsang sugestivitas manusia. Tak heran bila dalam ritual tertentu, sering digunakan asap-asapan yang memedihkan mata sehingga terjadilah trance. Dalam kondisi menangis, trance tak hanya disebabkan oleh sel air mata, tetapi juga emosi yang fokus dan memuncak. Maka, inilah saat yang tepat bagi orangtua untuk memberi sugesti positif pada anaknya.

14. Saat marah. Ini juga sama halnya dengan kondisi anak saat menangis. Emosi anak muncul dan saat seperti ini, sugestivitasnya sangat tinggi. Ikuti alur marahnya, jangan dibantah, lalu masukkan sugesti positif dengan lembut.

15. Saat sedih. Sedih adalah kondisi dimana anak fokus pada masalahnya apalagi jika dibarengi dengan air mata. Dalam kondisi ini, critical factor-nya lengah, dan sugesti positif bisa menerabas bebas menyentuh pikiran bawah sadarnya.

16. Saat ketakutan. Takut adalah kondisi emosional, saat anak merasa takut, critical factor-nya sangat menginginkan untuk rileks. Karena itu, rilekskanlah anak, peluk, buatlah mereka aman dan nyaman, lalu masukkan sugesti-sugesti positif yang sehat.

17. Saat berdoa. Berdoa adalah peristiwa khusyuk ketika gelombang otak turun memasuki kondisi alpha atau theta. Berdoa adalah momen sugestif. Saat Anda memimpin doa bersama anak, masukkan sugesti-sugesti positif dalam bentuk akuan sehigga bagi anak, sugesti menjadi seakan self suggestion.

18. Saat mengagumi sesuatu. Ketika anak terpana atau kagum, baik pada mainan baru atau pada seseorang, maka selain fokus, emosinya pun memuncak. Saat itulah ia berada dalam kondisi sangat sugestif. Berikan sugesti positif yang Anda inginkan.

19. Saat terkejut. Momen ini bisa dieksplorasi dalam hipnosis formal, dengan metode shocking induction, yakni menciptakan keterkejutan. Area sugestifnya hanya memiliki durasi sekian detik, oleh karena itu orangtua harus pintar memanfaatkannya. Bisa jadi sugesti hanya berbentuk dua atau tiga kata. Misalnya, “Kamu anak pintar!”

20. Saat banyak informasi. Kondisi ini hampir mirip dengan kondisi bingung, saat otak manusia sedang terjejali informasi yang banyak dalam satu waktu, maka critical factor-nya memilih istirahat. Dan saat inilah, sugesti bisa menerabas ke pikiran bawah sadar manusia.

Itula 20 momen terbaik bagi orangtua untuk bisa memasukkan sugesti positif kepada anak secara maksimal. Manfaatkan momen terbaik ini untuk mengarahkan pola pikir anak menjadi terarah dan bahagia. Minimalkan segala bentuk emosi dan pikiran negative agar hidup menjadi lebih berkualitas. Selamat mencoba!

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE