Fatmawati Soekarno

1Fatmawati Soekarno, namanya memang tak seharum Soekarno tapi beliau adalah orang yang berjasa dalam membuatkan bendera merah putih untuk kemerdekaan Indonesia. Fatmawati yang memiliki nama asli Fatimah ini terlahir sebagai putri tunggal keluarga H. Hassan Din dan Sitj Chadidjah. Orang tuanya merupakan keturunan Puti Indrapura, salah seorang keluarga raja dari Kesultanan Indrapura, Pesisir Selatan, Sumatera Barat dan ayahnya, Hassan Din adalah seorang tokoh Muhammadiyah di Bengkulu. Fatmawati kecil bersekolah di HIS, lalu melanjutkan ke sekolah kejuruan yang dikelola organisasi Katolik milik Belanda. Beliau juga aktif berorganisasi di Nasyiatul Aisyiah. Fatmawati kemudian berjumpa dengan Bung Karno yang dipindahkan tempat pengasingannya dari Flores oleh Belanda.

Fatmawati lahir di Bengkulu, 5 Februari 1953. Ia merupakan isteri ketiga dari Presiden Pertama Indonesia, Ir. Soekarno setelah sebelumnya bercerai secara baik-baik dengan isteri sebelumnya, ibu Inggit. Dari pernikahannya yang dilakukan pada tanggal 1 Juni 1943, ia dikaruniai lima orang putra dan putri, yaitu Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra.

Fatmawati lebih dikenal akan jasanya dalam menjahit Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih yang dikibarkan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia tidak membuat bendera Merah Putih sekali jadi, sebelum tanggal 16 Agustus 1945, ia sudah menyelesaikan sebuah bendera namun ukurannya terlalu kecil sehingga ia membuatnya kembali dengan ukuran yang lebih besar (276x200cm) pada malam harinya, ia dibantu oleh Lukas Kastaryo yang ikut andil dalam menacarikan kain merah.

Setelah Indonesia merdeka, sebagai ibu Negara ia kerap mendampingi Bung Karno dalam kunjungannya ke berbagai wilayah Indonesia dan berbagai negara sahabat. Perannya sebagai wanita dalam pembangunan telah ditunjukkan dengan melakukan kegiatan sosial, seperti aktif melakukan pemberantasan buta huruf dan mendorong kegiatan kaum perempuan.

Pada tanggal 14 Mei 1980, ia dikabarkan meninggal dunia akibat serangan jantung ketika perjalanan pulang umroh dari Mekkah di Kuala Lumpur, Malaysia. Lalu ia dimakamkan di pemakaman Karet Bivak, Jakarta.

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE