Hati-Hati! Anak yang Sering Bermain Gadget Alami Gangguan Perkembangan Sensorik Motorik

March 10th, 2018

Gadget, baik berupa smartphone atau tablet kini seolah menjadi pegangan wajib anak. Mereka menggunakannya untuk beragam hal, baik yang positif ataupun negatif. Bahkan, tak jarang orang tua kesulitan untuk menjauhkan gadget tersebut dari tangan si kecil.

Terkait pemakaian gadget oleh si kecil, orang tua harus ekstra waspada. Apalagi, kalau sampai anak mengalami adiksi smartphone dan tablet. Hal itu bisa berakibat pada perkembangan sistem sensorik motorik anak.

Psikolog anak Ratih Zulhaqqi pun mewanti-wanti kepada orang tua agar membatasi pemakaian gadget oleh si kecil. Di waktu yang sama, Ratih juga mendukung langkah pemerintah yang meluncurkan surat keputusan bersama untuk pembatasan pemakaian gadget pada anak.

gadget anak

Ratih mengungkapkan, sejatinya pemakaian gadget pada anak bukanlah langkah yang tepat. Seperti dikutip dari Republika, Ratih mengungkapkan kalau pemakaian gadget oleh anak dapat menimbulkan kerusakan pada proses sensorik, perkembangan, serta stimulasi anak.

Dampaknya pun sangat berbahaya. Anak tidak bisa memfokuskan pikirannya dengan baik. Mereka tak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan satu tugas. Tidak hanya itu, pemakaian gadget juga membuat ikatan antara orang tua dan anak menjadi renggang.

Sebagai buktinya, ketika orang tua menarik gadget dari tangan anak, si kecil akan langsung marah. Oleh karena itu, orang tua perlu menyadari betul mengenai pembatasan pemakaian gadget pada si kecil. Jangan sampai anak terlalu dini dalam menggunakan gadget.

Usia Anak Bebas Gadget

Dia menjelaskan, sejatinya, anak usia antara 0 sampai 2 tahun seharusnya tidak terpapar gadget sama sekali. Rentang usia ini menjadi momen perkembangan sistem sensorik dan motorik anak. Kalaupun anak sudah menginjak usia lebih dari 2 tahun, pemakaian gadget juga harus dibatasi.

Ratih menjelaskan, gadget tak boleh digunakan dengan durasi lama oleh anak. Sekali pemberian, durasinya hanya sekitar 10 sampai 15 menit. Selain itu, orang tua juga harus melakukan pengawasan selama pemakaian gadget.

Setelah anak menginjak usia 13 tahun, pemakaian gadget oleh anak boleh lebih agak dibebaskan. Namun, tentu saja pengawasan orang tua juga menjadi hal yang tak boleh dilewatkan.

Komentar

BACA JUGA
  • Terbaru
  • Terpopuler
anak suka corat-coret dinding

Anak Suka Corat-coret Dinding? Ternyata Kebiasaan Ini Punya Manfaat Tinggi, Lho!

Corat-coret dinding menjadi kebiasaan yang sering dilakukan ...
suami workaholic

Tips Ampuh Biar Tak Makan Hati Menghadapi Suami yang Workaholic

Memiliki suami yang workaholic atau kerap menghabiskan ...
perlengkapan bayi diy-3

Ide Kreatif Membuat Mainan DIY untuk Anak di Rumah, Murah dan Edukatif

Mainan anak bisa didapatkan dengan beragam cara. Cara yang ...
kebiasaan yang membuat anak membangkang

Bukannya Jadi Penurut, 4 Kebiasaan Ini Malah Membuat Anak Suka Membangkang

Memiliki anak yang bisa menuruti perkataan orang tua tentu ...
kata ajaib mendidik anak

Bunda, Yuk Ajari Anak 3 Kata Ajaib untuk Pembentukan Karakter yang Baik

Tidak ada sekolah yang mengajari seorang ibu dalam mendidik ...
bayi kembar identik dan tak identik

Kenapa Bayi Kembar Bisa Lahir dalam Kondisi Identik dan Tidak Identik? Ini Alasannya

Memiliki bayi kembar menjadi karunia sangat besar bagi ...
sabar menghadapi anak

Merasa Di Ambang Kesabaran Saat Mendidik Anak? Ingat 6 Hal Ini, ya Bunda

Menjadi orang tua dan tugas mendidik anak bukanlah hal yang ...
manfaat berolahraga anak jadi lebih cerdas

Bunda, Mengajarkan Anak untuk Berolahraga Ternyata Mampu Tingkatkan Kecerdasan, Lho!

Banyak cara yang dapat bunda lakukan kalau ingin ...
anak mendapat nilai jelek di sekolah

Anak Dapat Nilai Jelek di Sekolah? Ini Hal yang Perlu Bunda Lakukan

Memiliki anak pintar dan berprestasi menjadi impian setiap ...
gaya belajar anak zaman now

Bunda Perlu Tahu Nih, 5 Jenis Gaya Belajar Anak Zaman Now

Cara mendidik anak zaman now tentu harus berbeda dengan ...