Ini Lho Waktu yang Tepat untuk Memberikan Handphone Untuk si Kecil

hp

Handphone atau biasa yang disebut dengan hp dahulunya hanya dimiliki oleh orang golongan menengah ke atas saja. Namun seiring dengan perkembangan waktu, hanphone kini bisa dimiliki oleh siapa saja, mungkin karena sudah banyaknya persaingan antar vendor dan harganya yang cukup murah. Komunikasi memang sebuah kebutuhan yang vital, mungkin ini juga yang menyebabkan handphone kini bisa dimiliki oleh siapa saja.

Termasuk juga nomor perdana, yang dahulunya mahal harganya mencapai ratusan ribu, serta pulsa yang minimal berharga Rp 50.000, kini harganya turun drastis. Uang lima ribu pun kini bisa beli nomor perdana dan pulsa. Kemudahan-kemudahan seperti ini lantas mengundang sebuah pertanyaan, pantaskah anak kita memiliki handphone? tepatnya lagi, pada usia berapa kita sebagai orang tua bisa mempercayakan anak memiliki handphone pribadi?

Harga yang relatif murah tersebut membuat tak sedikit orang tua tanpa beban mempercayakan anaknya untuk membawa handphone, bahkan di usianya yang masih duduk di bangku SD, bahkan TK. Alasannya sederhana, untuk memudahkan komunikasi. Secara tidak sadar, kebijakan Anda membelikan anak handphone ini berpengaruh dengan menjadi tekanan tersendiri bagi anak lain yang tidak memiliki handphone. Akhirnya ini seperti bola salju, anak tersebut dilema dan merengek kepada orang tuanya untuk dibelikan handphone layaknya anak Anda. Haruskan semua orang tua menuruti rengekan anak ini? Memang, sebelum memutuskan ada baiknya kita sebagai orang tua harus tau dampak positif dan negatif ketika anak memiliki sebuah handphone.

Menurut sebuah survey the National Campaign to Prevent Teen and Unplanned Pregnancy di Amerika yang dilansir belum lama ini mengatakan bahwa banyak anak remaja yang berusia antara 13-19 tahun sudah mengakses, melihat, mengirim dan menonton konten porno. Mungkin ini Anda anggap terjadi di Amerika, namun jangan salah, anak sekarang cepat dalam mempelajari sesuatu, termasuk soal teknologi seperti ini, rasa penasaran mereka dan rasa malu jika dipertanyakan kepada orang tua, membuat mereka akhirnya cari tau sendiri, salah satunya lewat perangkat yang dia punya.

Dampak negatif lain anak yang memiliki handphone dibuktikan pada sebuah riset Nielson, anak dan remaja yang memiliki hp ternyata kurang tidur. Rata-rata mereka mengirim pesan baik berupa SMS atau chat sebanyak 2899 kali setiap bulannya, termasuk mengirim pesan saat tengah malam. Akibat kurang tidur ini tentu menyebabkan permasalahan lain, ngantuk saat di sekolah, malas, stabilitas mood yang berubah-ubah dan ketajaman mental yang menurun. Jadi tak ada salahnya jika sekolah melarang siswanya membawa handphone di sekolah, sebagai orang tua Anda harus mendukung program sekolah ini.

Kembali ke pertanyaan awal seperti pada judul di atas, kapan sebaiknya anak punya hp sendiri? Sebagai orang tua yang bijak dan tau perkembangan anak Anda sehari-hari tentu tau kapan waktu yang tepat untuk mengjinkan akan punya hp sendiri. Yang harus Anda pegang sebagai prinsip adalah memastikan bahwa handphone yang akan Anda bekali nanti akan membawa manfaat, bukan mudharat. Karena itu, sebaiknya Anda menimbang dan berpikir berkali-kali ketika akan memberikan handphone kepada anak. Anda juga harus menjelaskan kepada anak Anda dan beri nasehay mengapa anak Anda belum diberi kesempatan untuk membawa handphone ke sekolah dan bermain dengan teman-temannya.