Inilah Bahaya Karang Gigi Jika Disepelekan!

karang gigiKarang gigi atau dental calculus terbuat dari plak dan zat kapur yang berada di air liur, plak terdiri dari lapisan bening di gigi (perikel) dan kuman. Di dalam mulut, ada sekitar 350 jenis kuman lebih yang dapat menyebabkan karies gigi, dan jika gigi serta sela-selanya terdapat bekas makanan yang tidak dibersihkan maka kuman akan mencerna makanan tersebut dan lama-kelamaan akan menyebabkan karang gigi.

Penyakit karang gigi ini seringnya dianggap sebagai sesuatu yang tidak membahayakan kesehatan sehingga tak heran jika banyak orang yang mengabaikan. Namun ternyata, anggapan tersebut salah besar, faktanya karang gigi merupakan faktor utama peradangan pada jaringan pendukung gigi atau jaringan periodontal yang disebut juga sebagai periodontitis.

Karang gigi memiliki permukaan yang berpori dan sedikit kasar, karena itulah ia akan menjadi tempat yang ideal bagi bakteri untuk tumbuh dan berkemabang hingga ke dalam rongga mulut. Karang gigi juga melekat erat dengan gigi dan hanya bisa di bersihkan dengan scaller, atau alat ekstraktor oleh dokter ahli gigi. Warna karang gigi mula-mula kuning, lama-kelamaan dapat berwarna coklat atau kehitaman sesuai dengan kebiasaan seperti merokok atau minum kopi.

Berdasarkan banyak penelitian, seseorang yang memiliki kebiasaan merokok, penderita diabetes dan obesitas kemungkinan besar bisa mengalami periodontitis. Peradangan ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi juga pada anak-anak yang kebersihan gigi dan mulutnya tidak dijaga. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya kasus anak yang menderita obesitas dan menjadi salah satu faktor resiko terkena periodontitis.

Periodontitis oleh Federasi Periodontologi Eropa dan Akademi Periodontologi Amerika telah dikategorikan sebagai penyakit peradangan kronis yang bersifat multifaktorial yang disebabkan oleh banyak faktor. Bakteri, tidak hanya menjadi peran utama dalam hal ini tetapi imun tubuh seseorang juga menjadi faktor penyebab lain untuk peradangan ini. Jika karang gigi dibiarkan tanpa perawatan, peradangan ini bisa mengarah pada kerusakan tulang penyangga gigi dan menyebabkan gigi goyang dan mudah tanggal karena penurunan gusi, gusi bengkak, gusi berdarah terutama saat menyikat gigi, dan halitosis (bau mulut), serta karang gigi dapat menyebabkan gigi berlubang.

Kasus karang gigi ternyata juga dapat mengurangi kualitas hidup penderita karena mengganggu fungsi pengunyahan, merusak estetis dan mempengaruhi kesehatan sistemik. Salah satu penyakit sistemik yang berkaitan erat dengan periodontitis adalah penyakit jantung (kardiovaskular). Sudah cukup banyak penelitian yang membuktikan hal ini, jadi kapan terakhir kali Anda memeriksakan diri ke dokter gigi? Apakah Anda sudah pernah menjalani perawatan dan pembersihan karang gigi? Jika belum, maka sekaranglah saatnya.