Inilah Daftar Kota di Indonesia Yang Bisa Melihat Gerhana Matahari Total 2016

gerhana matahari total 2016Gerhana Matahari Total, sebagai fenomena langka yang hanya muncul 32 tahun sekali ini sekarang bisa kita saksikan secara langsung pada tanggal 9 Maret 2016 di beberapa kota di Indonesia dan sekitarnya. Ternyata, Indonesia adalah satu-satunya negara dengan daratan yang dapat melihat atau menyaksikan Gerhana Matahari Total, karena selebihnya akan terjadi di wilayah perairan Samudera Pasifik.

Gerhana Matahari Total 2016 ini hanya akan berlangsung selama 1 hingga 3 menit dan bisa disaksikan secara utuh di kota Palembang, Bangka, Belitung, Palangkaraya, Balikpapan, Sampit, Luwuk, Ternate, Tidore, Palu, Poso dan Halmahera. Sedangkan beberapa kota lain yang juga bisa menyaksikan peristiwa ini meskipun hanya gerhana matahari sebagian saja di antaranya adalah Jakarta, Padang, Bandung, Surabaya, Pontianak, Denpasar, Banjarmasin, Makassar, Kupang, Manado dan Ambon. Gerhana Matarahari Total akan berlangsung pada pagi hari ketika Matahari beranjak naik dari ujung timur, yakni mulai 07.00 di masing-masing daerah.

Gerhana Matahari Total 2016 di bagian timur Indonesia akan berlangsung sekitar 3 menit yakni pukul 09.00 waktu setempat, sedangkan di bagian barat akan berlangsung sekitar 2 menit yakni pukul 07.30 WIB. Uniknya, lebih dari 3.000 ilmuwan dari seluruh dunia akan datang ke Palu untuk mengobservasi gerhana matahari pada 9 Maret 2016, besok.

Gerhana matahari total memang bisa disaksikan secara langsung, akan tetapi kita tetap harus menghindari kontak langsung terhadap mata saat cahaya matahari kembali tersibak dari bayangan bulan karena bisa menghasilkan cahaya yang kuat. Oleh sebab itu, ada baiknya kita menyaksikan gerhana matahari total dengan kacamata khusus.

Dalam rangka mensosialisasikan fenomena alam yang hanya akan terjadi di Indonesia pada 9 Maret 2016 besok, bahkan Lapan telah meluncurkan hitung mundur 55 hari jelang gerhana matahari total yang akan digelar di kantor Lapan di Jakarta. Hari Kamis, tertanggal 14 Januari 2016 telah dilakukan peluncuran hitung mundur 55 hari jelang gerhana matahari total di Lapan Jakarta.

Gerhana matahari total akan terjadi lebih awal di wilayah barat Indonesia. Hal ini menuai banyak pertanyaan karena lazimnya matahari terbit dari timur. Pada saat pagi terjadi gerhana matahari total, bulan akan bergeser menghalangi cahaya matahari. Pergerakan bulan dalam mengitari matahari terjadi dari arah barat menuju timur sehingga gerhana matahari total akan terjadi dari arah barat hingga ke lautan Hindia, lalu melintasi 12 provinsi yang berada di wilayah Indonesia dan kemudian berakhir di Samudra Pasifik.

Gerhana matahari total akan terjadi paling pagi di Pulau Pagai. Lebar jangkauan gerhana 100-120 kilometer. Puncak gerhana di wilayah barat pada pukul 7.20 sekitar 1,5-2 menit, lalu bagian tengah pukul 8.35 WITA selama 2 menit, sedangkan wilayah timur sekitar jam 9.50 WIT selama 2-3 menit. Pulau Pagai adalah salah satu daerah di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Semakin ke wilayah timur puncak gerhana total akan terjadi semakin lama, dan menurut perkiraan daerah Maluku Utara akan mengalami gerhana matahari total terlama yakni mencapai 3 menit 17 detik.

Pada tanggal 9 Maret 2016 sebagian besar Pasifik, meliputi Indonesia, Malaysia dan negara-negara lainnya di Asia Tenggara dan benua Australia bisa menyaksikan gerhana matahari parsial. Gerhana matahari total dianggap sebagai salah satu fenomena alam paling mengesankan yang terjadi di Bumi. Di Timur Samudera Pasifik gerhana matahari total akan terjadi selama lebih dari 4 menit.

Sebagian besar Negara India dan Nepal akan mengalami gerhana matahari parsial. Sementara Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Papua Nugini akan dapat menyaksikan lebih dari 50% gerhana parsial. Sedangkan Kamboja, Myanmar, Vietnam dan Thailand akan melihat sekitar 50% gerhana matahari parsial. Sementara Australia, China, Jepang dan Alaska akan mendapatkan kurang dari 50% gerhana parsial.

Fenomena alam langka itu diburu peneliti dan wisatawan. Peneliti Lapan serta Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA) akan mengamati gerhana matahari total di Maba, Ternate, Maluku Utara. Tim Program Studi Astronomi ITB dan Observatorium Bosscha ITB tersebar di sejumlah wilayah. Sejumlah peneliti yang tergabung dalam Universe Awareness (Unawe) Indonesia juga akan melihat gerhana matahari total di Poso, Sulawesi Tengah, sebagian lagi akan meneliti di Tanah Grogot, Kalimantan Timur, dan Belitung, Bangka Belitung.

Adapun peneliti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), peneliti Korea Selatan, dan Himpunan Astronomi Amatir Jakarta akan mengamati gerhana di daerah Palu, Sulteng, dan sekitarnya. Jumlah peneliti asing bisa bertambah mengingat sebagian masih mengajukan izin penelitian.

Meskipun gerhana matahari total merupakan fenomena alam yang sangat langka, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika kita ingin melihat gerhana matahari total, seperti yang dijelaskan berikut ini:

Ketahui Proses Terjadinya

Gerhana matahari total terjadi akibat matahari oleh tertutup oleh bulan. Saat bulan menutupi matahari, maka akan muncul korona. Apabila 12 provinsi di Indonesia dapat melihat gerhana matahari total, wilayah lain di Indonesia hanya akan bisa melihat gerhana matahari sebagian. Umumnya totalitas gerhana terjadi selama 2-3 menit, bervariasi durasinya di setiap provinsi.

Ketahui Waktu Terjadinya

Indonesia mempunya tiga zona waktu berbeda, tentu waktu terjadinya gerhana juga berbeda. Puncak gerhana matahari total di daerah barat Indonesia akan terjadi pada pukul 07.20 WIB, di Indonesia bagian Tengah pukul 08.35 WITA, dan di Indonesia bagian Timur adalah pada pukul 09.50 WIT.

Gunakan Kacamata Khusus

Saat melihat gerhana, waktu yang harus dihindari adalah pada saat sebelum dan sesudah matahari tertutup oleh bulan. Saat itu paparan sinar matahari sangat tinggi dan dapat berpotensi merusak mata. Oleh sebab itu dibutuhkan kacamata khusus. Disarankan membeli kacamata yang memiliki Neutral Density 5 untuk meredam cahaya matahari.

Bisa Lihat Gerhana Tanpa Alat Saat Sudah Total

Tidak dianjurkan untuk melihat gerhana sebagian yang terjadi sebelum dan sesudah matahari tertutup oleh bulan dengan ontak mata langsung. Tapi saat matahari benar-benar sudah tertutup oleh bulan dan muncul corona baru diperbolehkan melihat langsung tanpa alat bantu.

Keistimewaan gerhana matahari total 2016

Gerhana matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di antara bumi dan matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya matahari. Karena jaraknya yang dekat ke bumi rata-rata 384.400 kilometer bulan bisa menghalangi sepenuhnya pancaran sinar matahari walau ukurannya jauh lebih kecil daripada sang surya yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer dari bumi.

Berdasarkan jatuhnya bayangan dan jarak bulan ke bumi saat peristiwa ini terjadi, ada empat jenis gerhana matahari yang bisa terjadi, yaitu total, sebagian, annular, dan hybrid. Yang akan terjadi di beberapa wilayah Indonesia pada 9 Maret nanti adalah gerhana matahari total (GMT) yang sangat jarang terjadi. Bagi Indonesia, GMT ini adalah yang kedua sejak 11 Juni 1983 dan diperkirakan baru akan terjadi lagi pada 2023. Semakin hari bulan bergerak semakin menjauh dari bumi. Kondisi ini membuat momen gerhana matahari total semakin hari juga semakin langka. Indonesia menjadi satu-satunya wilayah daratan di dunia yang bisa menyaksikan gerhana kali ini. Wilayah lainnya adalah Lautan Hindia dan Pasifik.

Sumber: http://bappeda.kalteng.go.id/

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE