Inilah Dampak Negatif Jangka Panjangnya Jika Anak Melihat Orangtua Bertengkar!

November 25th, 2016

Orang-tua-berantem-anakDalam kehidupan pernikahan, adanya perbedaan pendapat dengan pasangan merupakan hal yang biasa. Namun demikian, jangan sampai anak melihat orang tuanya saling bertengkar di depan mereka. Karena hal tersebut memiliki dampak buruk jangka panjang yang benar-benar tak bisa dihindarkan.

Seorang psikolog bernama E. Mark Cummings, PhD dari Universitas Notre Dame menyatakan bahwa perkelahian orang tua bisa berdampak pada anak di segala usia. Soal perkelahian orang tua, tidak ada istilah bahwa anak tidak akan terdampak jika ia masih sangat kecil maupun sudah dewasa. Inilah dampak buruknya:

Rasa bersalah

Anak yang usianya lebih dewasa akan merasa bahwa dia bertanggung jawab atas pertengkaran yang terjadi di antara kedua orangtuanya. Terlebih lagi jika ia mengetahui bahwa sumber pertengkarannya ada hubungannya dengan anak. Misalnya, tentang sekolah, rumah berantakan, maupun tingkah laku anak yang dianggap memicu pertengkaran. Anak akan membangun sensitifitas emosinya dengan suka menyalahkan diri sendiri dan tekanan emosional lainnya.

Perkembangan otak terganggu

Eamon McCrory, Ph.D., dari University College London mengatakan bahwa anak yang melihat orangtuanya bertengkar di depannya maupun melihat ibunya mengalami kekerasan dalam rumah tangga ternyata memiliki pola otak yang sama dengan tentara di medan perang. Otak anak usia 11 tahunan akan terdampak pada bagian cerebellums kecil yang berhubungan dengan regulasi stres dan pengembangan sensorik. Anak di bawah usia tersebut tidak dapat sepenuhnya memproses situasi sosial yang kompleks. Ledakan emosional bisa memberi kenangan negatif jangka panjang pada anak.

Depresi dan gangguan kecemasan

Anak yang melihat orang tuanya bertengkar akan sulit untuk memproses emosinya sehingga ia rentan mengalami depresi maupun gangguan kecemasan. Profesor C. Cybele Raver dari Universitas New York Steinhardt menyatakan bahwa dampak tersebut juga menyangkut neurobiologis, kognitif, dan perilaku anak. Penelitiannya telah melibatkan 1025 anak usia 2 bulan sampai 58 bulan. Dalam penelitian tersebut, ia tak hanya mengkaji soal dampak negatif jika anak melihat orang tua bertengkar, namun juga keterkaitannya dengan kemiskinan.

Kepercayaan diri yang rendah

Rumah seharusnya menjadi tempat paling nyaman dan aman untuk anak-anak. Jika hal tersebut tidak didapatkan oleh anak, maka mereka akan merasa bingung. Alih-alih sibuk membangun kepercayaan diri mereka, anak-anak akan sibuk untuk mewaspadai dunia sekitar mereka. Saat ia dewasa nanti, ia juga akan takut untuk membangun kehidupan keluarganya sendiri. Apalagi jika saat mulai pacaran, dia juga mengalami kekerasan fisik, verbal, dan non verbal.

Rentan stres dan gampang sakit

Anak yang hidup dengan orang tua yang sering bertengkar cenderung akan lebih stres dan gampang sakit daripada anak-anak yang tinggal bersama keluarga yang hidup harmonis. Kualitas tidur yang buruk dan produksi hormon stres berupa cortisol ikut andil dalam lemahnya daya tahan tubuh anak. Jika ingin anak memiliki mental yang sehat, ada baiknya orang tua menghindari pertengkaran di depan anak. Jika itu tak terhindarkan lagi, maka beri contoh pada anak bagaimana penyelesaian masalahnya dengan baik.

Jika anak melihat bagaimana orang tua menyelesaikan masalahnya, anak akan menjadikan orang tua sebagai role modelnya bahwa sekalipun seseorang beda pendapat, mereka tetap bisa hidup damai dan saling mencintai. Orang tua yang memberikan penjelasan pada anak perbedaan pendapat mereka tentang sesuatu juga akan membuat anak tumbuh dengan pemikiran yang lebih dewasa. Karena ia akan belajar perspektif yang berbeda dan memperhatikan bagaimana jalan keluar dari masalah tersebut.

Namun, anak akan mengalami kebingungan jika orang tua justru meminta anak untuk berpihak kepada salah satu dari mereka. Jika itu dilakukan, anak akan menumbuhkan kebencian di dalam dirinya, alih-alih belajar untuk meredam konflik yang ia hadapi. Memang dibutuhkan kebijaksanaan orang tua dalam mengelola emosinya ketika sedang tidak akur dengan pasangan, karena disitulah kunci pembentukan karakter anak, terutama yang berkaitan dengan kesehatan mentalnya. Jika anak mengalami trauma karena pertengkaran orang tuanya, terapi psikologis akan dapat membantu mengurangi dampaknya di masa depan.

Komentar

BACA JUGA
  • Terbaru
  • Terpopuler
anak suka corat-coret dinding

Anak Suka Corat-coret Dinding? Ternyata Kebiasaan Ini Punya Manfaat Tinggi, Lho!

Corat-coret dinding menjadi kebiasaan yang sering dilakukan ...
suami workaholic

Tips Ampuh Biar Tak Makan Hati Menghadapi Suami yang Workaholic

Memiliki suami yang workaholic atau kerap menghabiskan ...
perlengkapan bayi diy-3

Ide Kreatif Membuat Mainan DIY untuk Anak di Rumah, Murah dan Edukatif

Mainan anak bisa didapatkan dengan beragam cara. Cara yang ...
kebiasaan yang membuat anak membangkang

Bukannya Jadi Penurut, 4 Kebiasaan Ini Malah Membuat Anak Suka Membangkang

Memiliki anak yang bisa menuruti perkataan orang tua tentu ...
kata ajaib mendidik anak

Bunda, Yuk Ajari Anak 3 Kata Ajaib untuk Pembentukan Karakter yang Baik

Tidak ada sekolah yang mengajari seorang ibu dalam mendidik ...
bayi kembar identik dan tak identik

Kenapa Bayi Kembar Bisa Lahir dalam Kondisi Identik dan Tidak Identik? Ini Alasannya

Memiliki bayi kembar menjadi karunia sangat besar bagi ...
sabar menghadapi anak

Merasa Di Ambang Kesabaran Saat Mendidik Anak? Ingat 6 Hal Ini, ya Bunda

Menjadi orang tua dan tugas mendidik anak bukanlah hal yang ...
manfaat berolahraga anak jadi lebih cerdas

Bunda, Mengajarkan Anak untuk Berolahraga Ternyata Mampu Tingkatkan Kecerdasan, Lho!

Banyak cara yang dapat bunda lakukan kalau ingin ...
anak mendapat nilai jelek di sekolah

Anak Dapat Nilai Jelek di Sekolah? Ini Hal yang Perlu Bunda Lakukan

Memiliki anak pintar dan berprestasi menjadi impian setiap ...
gaya belajar anak zaman now

Bunda Perlu Tahu Nih, 5 Jenis Gaya Belajar Anak Zaman Now

Cara mendidik anak zaman now tentu harus berbeda dengan ...