Inilah Rahasia Sukses Mendidik Anak Secara Islami

mendidik anak islamiPendidikan tidak hanya berupa ilmu yang didapat di sekolah formal, pendidikan utama tentunya ada pada keluarga itu sendiri. Bagaimana cara Anda memperlakukan anak, itulah pendidikan yang sebenarnya perlu dipahami. Mendidik anak tentu bukan hal yang mudah, faktor pengalaman pun tidak menjamin seseorang dapat berhasil dalam mendidik anak-anaknya sehingga mendidik anak pun tidak hanya membutuhkan pengalaman, tetapi juga ilmu menjadi orangtua yang sebenarnya.

Ada beberapa rahasia penting yang sering sekali diabaikan oleh hampir sebagian besar orangtua dalam mendidik anak-anaknya. Hal yang terkesan sepele pun jika tidak ditangani dengan tepat malah akan menimbulkan masalah baru dan besar. Anak-anak adalah anak-anak, mereka tidak bisa dipaksa menjadi dewasa yang bisa mengerti setiap keinginan orang dewasa, justru kita lah orang dewasa yang seharusnya mengerti bagaimana memahami anak-anak.

Kesuksesan dalam mendidik anak adalah dambaan setiap orangtua, dan jika Anda ingin sukses dalam mendidik mereka, ada 7 rahasia suskes yang bisa Anda terapkan untuk mendidik anak-anak Anda seperti yang dirangkum di bawah ini:

Saat anak menangis

Kecenderungan orangtua atau orang dewasa saat melihat seorang anak menangis adalah keinginan untuk mendiamkannya. Banyak cara yang biasanya dilakukan, seperti sikap negatif dengan cara memarahinya, mencubit hingga membentak. Perilaku negatif demikian sejujurnya tidak membantu sama sekali dalam hal mendiamkan anak yang sedang menangis, tak jarang dari mereka yang justru malah makin menjadi.

Menurut penelitian, keadaan psikologis manusia saat sedang menangis adalah menunduk. Jadi jika anak Anda menangis, cobalah mengalihkan perhatiannya ke atas seperti dengan menunjukkan burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya dan Anda akan lihat tangisnya pun akan mereda.

Menghindari berkata “Jangan”

Ketika anak sedang asyik bermain, hindari untu berkata, “Ayo sudah mainnya, stop sekarang!” atau “Sudah, jangan bermain lagi!”. Tetapi cobalah berkata dengan perkataan yang lebih halus namun tegas, “Mainnya 5 menit lagi yaaa…”, kemudian ingakan mereka kembali saat 2 menit kemudian dengan perkataan yang serupa dan barulah mengatakan “Ayo, waktu mainnya sudah habis”, maka mereka pun akan berhenti bermain.

Alihkan aktivitasnya

Jika di lingkungan rumah terdengar suara anak-anak yang berisik dan Anda merasa terganggu dengannya, hindari untuk memarahi atau mengusir mereka untuk bermain di tempat yang lain. Cobalah mengajak mereka dengan cara yang anak-anak suka, missal “Ayo, siapa yang mau mendengar kisah Aladin dan lampu ajaibnya?.” Salah seorang dari mereka pasti ada yang mengangkat tangan dan akan disusul dan diikuti dengan anak-anak lainnya.

Condongkan perhatiannya ke akhirat

Ketika anak-anak menjelang tidur, berkatalah “Ayo, tidur! Besok pagi kan harus sholat subuh!” dengan demikian perhatian mereka akan selalu ke akhirat, tidak melulu dunia jika Anda selalu menyuruh anak karena besoknya harus pergi sekolah.

Nikmati masa anak-anak saat mengasuh

Kepolosan dan kekanak-kanakan anak-anak tidak akan berlangsung lama, seperti halnya masa kecil kita yang terasa berlalu sangat cepat dan hanya menjadi kenangan. Cobalah untuk menikmati masa-masa itu kembali saat bersama mereka, bercanda dan tertawalah bersama mereka, nikmati semua proses mendidik dan mengasuh anak dengan cara menjadi dunia anak-anak bagi mereka.

Tinggalkan berbagai penghalang

Tinggalkan sesaat kesibukan Anda bermain gadget, media sosial bahkan TV sekalipun saat bersama anak-anak. Bahkan jika ada telepon dari teman, beritahukan bahwa Anda sedang mendampingi anak-anak jadi tidak bisa berlama-lama mengobrol di telp. Hal ini tidak akan menurunkan harga diri dan kewibaan Anda di depan orang lain, karena orang yang bijaksana tahu bagaimana menempatkan sesuatu sesuai porsinya.

Doakan anak

Jangan lupa untuk selalu mendoakan anak-anak agar mereka bisa menjadi anak-anak sholeh dan sholehah yang bisa menjadi perhiasan menyenangkan di dunia dan di akhirat. Anak-anak bisa menjadi perhiasan bisa juga menjadi fitnah, maka mohonlah perlindungan dan kesabaran dalam mendidik anak-anak.

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE