Kisah Pilu Seorang Anak yang Tega Bunuh Adiknya yang Masih Bayi

Memiliki anak lebih dari satu tentu akan membuat suasana rumah jadi lebih ramai. Namun, bagaimana kalau ternyata kehadiran anak itu tidak diinginkan oleh kakak kandungnya? Bahkan, dalam kasus ekstrem, sang kakak kandung malah akhirnya menjadi sangat benci pada adiknya.

Kejadian inilah yang diceritakan oleh seorang akun Facebook bernama Mega Wati. Di situ, dia menceritakan kalau beberapa tahun lalu pernah ada kejadian memilukan di lingkungan tempat tinggalnya.

kisah pilu kakak bunuh adik

Kejadian memilukan itu tak lain adalah kasus pembunuhan yang dilakukan oleh bocah 4 tahun kepada adik kandungnya yang masih berusia bayi. Kejadian itu diketahui oleh sang ibu ketika melihat anaknya melompat-lompat di atas tubuh sang adik.

Mendengar kejadian seperti ini, tentu akan sulit dipercaya. Bagaimana bisa seorang kakak yang masih berusia balita, tega berbuat kejam pada adiknya yang masih bayi. Namun, kalau ditelisik ke belakang, ada motif yang menjadi latar belakang kasus ini.

MOtif tersebut bisa diketahui ketika sang adik perempuan masih dalam kandungan. Tak disangka, orang-orang di sekitar tempat tinggal keluarga tersebut mengucapkan kata-kata yang tak enak di dengar.

Mereka sering mengatakan pada sang kakak kalau orang tuanya tidak akan lagi sayang kepadanya. Apalagi, setelah kehadiran bayi baru. Mendengar perkataan tersebut secara berulang, sang kakak memiliki ketakutan tersendiri di kepalanya. Terbayang kalau dia menjadi bocah yang terbuang di keluarganya.

Tidak bisa dibayangkan, bagaimana kelanjutan hidup keluarga tersebut. Terutama, perkembangan mental pada diri sang kakak. Bagaimana dia bisa melanjutkan hidupnya dengan bayang-bayang dosa membunuh adik kandungnya sendiri, itu pun dilakukannya ketika masih bayi. Belum lagi pandangan orang tua terhadap dirinya. Mengerikan, bukan?

Kejadian ini pun seharusnya menjadi perhatian, tidak hanya bagi orang tua, tapi juga para tetangga. Jangan pernah mengatakan kalimat-kalimat yang tidak mengenakkan telinga kepada anak. Alih-alih, mengatakan, “wah asyik nih udah mau jadi kakak. Punya adik yang bisa diajak main dan dijaga.” Bukannya itu akan lebih baik?

Kejadian ini sendiri, menurut Mega adalah kejadian yang benar-benar ada. Dan itu berlangsung sekitar 6-7 tahun lalu. So, daripada berkata yang tidak enak, sebaiknya diam, ya…

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE