Lego, Permainan yang Menarik Sisi Kreatif Anak dan Pengobat Adiksi Smartphone

Smartphone kerap menjadi pilihan bagi para orang tua agar si kecil bisa tenang di dalam rumah. Lewat smartphone, anak bisa menemukan berbagai jenis permainan favorit mereka. Namun, tahukah Anda kalau smartphone juga bisa menimbulkan adiksi pada anak!

Oleh karena itu, orang tua perlu menyediakan permainan lain yang bisa memberikan manfaat besar kepada anak. Pilihan tersebut bisa jatuh pada permainan lego. Permainan yang mengasah kreativitas anak dengan membangun berbagai jenis benda.

Kapan Anak Mulai Diajak Bermain Lego?

Lego juga merupakan jenis permainan yang fleksibel. Mainan ini dapat digunakan untuk anak beragam usia. Psikolog dari Personal Growth, Ratih Ibrahim M.M mengatakan bahwa lego dapat digunakan sebagai sarana bermain anak setidaknya ketika si kecil menginjak usia 1 tahun.

Ketika bermain lego, anak bisa dikenalkan dengan berbagai jenis warna. Dengan begitu, mereka pun bisa memperoleh informasi baru selama permainan. Tidak ketinggalan, orang tua juga bisa turut memainkan lego. Apalagi, permainan ini sangat cocok untuk melepas penat sepulang kerja.

anak bermain lego, smartphone

Lego Tak Menimbulkan Kecanduan

Bermain lego juga memberi manfaat agar anak bisa terlepas dari kecanduan smartphone. Di waktu yang sama, lego tidak menimbulkan anak kecanduan terhadap permainan ini. Sebaliknya, Lego mengajak si kecil untuk bertindak lebih kreatif.

Ketika anak bermain smartphone, hal itu membuat pikiran mereka tidak berkembang. Ditambah lagi, sinyal listrik pada smartphone membuat anak semakin kecanduan dan enggan meninggalkan smartphone. Apalagi, beragam jenis permainan juga dapat ditemukan.

Manfaat Bermain Lego untuk Anak

Setidaknya, ada 5 manfaat yang bisa diperoleh ketika membiasakan anak bermain lego, yakni:

1. Mengembangkan kemampuan spasial

Dengan bermain lego, anak bisa mengembangkan ketrampilan spasialnya dalam membangun sebuah bangunan 3 dimensi. Hal ini pernah dibuktikan dalam sebuah studi yang melibatkan anak TK.

2. Unggul dalam kemampuan matematis

Anak yang terbiasa bermain lego juga punya keunggulan dalam hal matematis. Studi ini dilakukan pada anak usia 4 tahun yang sebelumnya terbiasa bermain lego.

3. Sosialisasi

Anak dapat mengembangkan kemampuan sosialisasinya selama bermain lego. Apalagi, bermain lego bisa dilakukan secara bersama dengan teman.

4. Kreativitas dan pemecahan masalah

Bermain lego membuat anak berpikir solutif, selalu mencari solusi dalam setiap permasalahan.

5. Kemampuan berbahasa

Siapa sangka kalau bermain lego juga dapat meningkatkan kemampuan berbahasa si kecil. Dalam sebuah studi yang melibatkan anak usia 1,5 hingga 2,5 tahun, terungkap bahwa anak yang bermain lego punya pemahaman verbal dan bahasa lebih baik.

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE