Manfaat Pelukan Yang Tak Terduga

hugPelukan merupakan salah satu aktivitas ungkapan kasih sayang yang paling ringan namun memiliki banyak manfaat yang tak terduga. Pelukan dalam hal ini adalah pelukan yang dilakukan oleh anak dan orangtua, bukan aktivitas sembrono yang melanggar nilai-nilai kesusilaan dan juga norma masyarakat.

Dalam sehari, seberapa sering Anda melakukan pelukan dengan sang anak? Umumnya, anak seringkali enggan berpelukan dengan orangtuanya karena merasa ada yang membatasi. Entah itu dari faktor usia, kedekatan dan faktor lainnya.

Seperti halnya tersenyum, aktivitas pelukan ternyata juga memiliki manfaat yang sangat besar terutama dalam hal penyembuhan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa terapi pelukan ini sangat efektif sekali dalam menyembuhkan penyakit ringan maupun kronis, perasaan sepi, depresi, cemas berlebih dan juga stress. Dikutip dari AsianParent, ketika kedua jantung saling bertemu dan saling menekan, akan mempengaruhi tubuh manusia dalam 10 cara, apa sajakah itu?

Menciptakan rasa aman dan tentram

Apa yang Anda lakukan ketika si kecil (bayi) rewel atau menangis? Secara spontan, biasanya orangtua akan langsung mendekap dan memeluknya di dada mereka dengan penuh kasih sayang. Dengan cara ini biasanya bayi akan menjadi lebih tenang dan tidak rewel lagi. Pernahkah Anda berpikir, mengapa hal ini bisa terjadi? Ternyata pelukan memang bisa menciptakan rasa aman dan tentram lho, bunda! Tidak hanya bagi sang bayi, tetapi juga bagi orangtuanya. Pelukan kepada anak yang sudah menginjak masa remaja pun sangat bermanfaat dalam meningkatkan komunikasi dua arah yang terbuka dan jujur.

Mampu meningkatkan hormon oksitosin

Ketika hormon oksitosin atau yang dikenal sebagai hormone kasih sayang ini meningkat, akan mempengaruhi pada kondisi jiwa seseorang di mana bermanfaat dalam mengusir rasa sepi, marah dan terasingkan. Jika Anda memiliki anak yang pendiam dan sulit diajak bicara karena sering mengasingkan diri di kamar, cobalah untuk sesering mungkin memeluk mereka dengan ungkapan kasih sayang, ajak mereka berdialog meskipun kita harus menunggu respon yang lama.

Meningkatkan kadar hormon serotonin

Kondisi seseorang yang dianggap penting dan diakui keberadaannya di dalam sebuah lingkungan atau keluarga akan mempengaruhi pada meningkatnya kadar hormone serotonin. Berpelukan selama beberapa detik dipercaya dapat membantu menaikkan jumlah hormone serotonin ini, sehingga diharapkan bisa memperbaiki mood dan membawa kebahagiaan pada si anak.

Memperbaiki kekebalan tubuh

Tekanan lembut pada tulang dada ternyata bisa memperbaiki emosi dan mengaktifkan Solar Plexus Chakra (pusat ego, kepribadian, dan identitas manusia) yang kemudian akan menstimulasi kelenjar timus untuk mengatur dan menyeimbangkan produksi sel darah putih. Sel darah putih ini merupakan sel yang mampu menjaga kesehatan dan menjauhkan kita dari berbagai penyakit, sehingga rutinitas pelukan yang intens diharapkan juga mampu memperbaiki kekebalan tubuh sang anak.

Meningkatkan kepercayaan diri

Perasaan bahwa kita dicintai, dihargai, juga sensasi sentuhan yang kita rasakan masa-masa awal kehidpan saat kita dilahirkan akan terus tersimpan dalam sistem saraf hingga kita beranjak dewasa. Pelukan-pelukan yang diterima dari orangtua akan tersimpan dalam ingatan sel-sel kita, hal ini tentunya akan mempengaruhi kemampuan seseorang untuk mencintai dirinya sendiri dan meningkatkan rasa percaya diri di kemudian hari.

Merelaksasi otot

Pelukan ternyata juga memiliki manfaat dalam melemaskan ketegangan yang dirasakan oleh tubuh dan menghilangkan rasa sakit, selain itu pelukan juga dapat meredakan nyeri karena adanya peningkatan sirkulasi pada jaringan lunak.

Meningkatkan kesimbangan sistem saraf

Ketika seseorang menerima atau memberikan pelukan, terlihat bahwa respon galvanik kulit (respon yang berhubungan dengan sistem elektrik tubuh) juga ikut meningkat. Perubahan kelembaban kulit dan juga respon elektriknya menunjukkan keadaan yang lebih seimbang pada sistem saraf parasimpatik. Hal ini tentunya akan meningkatkan keseimbangan sistem saraf pada tubuh seseorang dengan baik dan maksimal.

Mengajarkan nilai berbagi dan menerima

Ada satu nilai yang sama dari menerima dan bersikap menerima kehangatan, seperti saat kita memberi dan berbagi. Pelukan mendidik kita mengenai cara dalam berkasih sayang agar dapat berjalan secara dua arah.

Meditasi paling sederhana

Seperti halnya tertawa, berpelukan bisa dibilang merupakan proses meditasi paling ringan dan sederhana yang dapat membantu kita melepaskan beban dan mempertahankan kesadaran. Pelukan mendorong kita untuk mengikuti aliran energi kehidupan yang akan membantu kita berpikir di luar pola pikir kita yang biasanya (out of the box) dan menghubungkannya dengan hati, perasaan, juga nafas kita.

Penguat hubungan

Energi yang ditularkan saat berpelukan bisa menjadi faktor penguat hubungan antara dua orang yang melakukannya, pelukan ternyata akan memperkuat rasa empati dan pengertian satu sama lain.

Saat kita mengetahui betapa dahsyatnya efek pelukan terhadap kesehatan tubuh dan mental anak, kini waktunya Anda mempraktekkannya sekarang juga tanpa menunggu waktu lebih lama lagi. Ambil kesempatannya atau kita akan kehilangan kesempatan itu selamanya.