Mengapa Anak Berbohong & Bagaimana Cara Mengatasinya?

berbohong, lagu anak anak, anak anak, doa untuk anak, anak jalanan, baju anak, baju anak anak, cerpen anak, obat batuk anak, nama anak perempuan, nama anak laki lakiKejujuran merupakan harta yang tak ternilai harganya, sehingga orangtua harus menanamkan pentingnya kejujuran sejak mereka masih anak-anak. Tidak hanya mereka yang harus mulai untuk bersikap dan berperilaku jujur, tapi orangtuanya juga harus mulai menunjukkan keteladanan menjadi orang yang bisa dijadikan panutan oleh semua anak-anaknya untuk berperilaku jujur. Berbohong, bisa merupakan bakat tetapi bisa juga merupakan bagian dari masa pertumbuhannya. Meskipun demikian, saat anak mulai berbohong kita harus mulai waspada dan mencegah kebohongan lainnya di kemudian hari. Lalu mengapa anak berbohong, dan bagaimana cara mengatasinya?

Anak usia 2-4 tahun

Pada usia pra sekolah, anak masih belum bisa membedakan mana hal yang nyata mana yang bersifat imajinasi. Perilaku berbohong yang dilakukan oleh seorang anak bisa disebut sebagai kemampuan tingkat tinggi, bahkan tak sedikit model kebohongannya berupa imajinasi-imajinasi yang membuat kita geleng-geleng kepala. Saat berbohong, seorang anak dapat menggunakan atau menggabungkan 2 jenis kemampuan kognitif yang melibatkan otak kanan (imajinasi) dan otak kirinya (logika). Jika model kebohongannya tingkat tinggi, kemungkinan besar mereka sedang menggunakan otak kanannya.

Orangtua dapat menyikapi anak yang berbohong pada usia ini dengan cara tidak terlalu terganggu dengan cerita bohong yang dikarang mereka selama imajinasinya tidak membahayakan. Sesekali bacakan buku cerita yang mengangkat tema tentang kejujuran, atau ajak mereka berkreasi dengan keterampilan bahasanya agar imajinasinya lebih terarah.

Anak usia 5-7 tahun

Pada masa ini, anak sudah mulai bersekolah sehingga tak mengherankan jika cara berbohong mereka sedikit lebih maju dibanding sebelumnya karena interaksi dengan orang-orang di sekitarnya membuatnya lebih kaya orientasi. Kebanyakan anak usia ini melakukan kebohongan karena cara tersebut dianggap sebagai jalan keluar untu menghindari hukuman atau sedang berusaha mempertahankan egonya. Pengaruh berbohong tidak hanya bersumber dari orang rumah tetapi sudah mulai melebar, bisa dari guru, teman sekolah, teman sepermainan, dsb.

Pada usia ini, orangtua harus banyak menyediakan waktu luang agar bisa menjalin komunikasi yang baik dengan mengajaknya bicara dari hati ke hatai. Tanamkan rasa percaya kepada mereka agar mereka bisa menunjukkan hal yang sama kepada Anda. Ingatlah bahwa anak adalah cerminan orangtua, sehingga semua kembali kepada bagaimana Anda memberi contoh yang baik untuk diteladani anak-anak.

Saat anak berbohong, kita harus mewaspadai supaya jangan sampai kebiasaan berbohong tersebut menjadi kebablasan, namun juga sebaiknya Anda memperhatikan untuk tidak membuat anak menjadi tersudut dan terintimidasi karena malah akan membuat mereka berontak dan menjadi sosok yang suka berbohong. Berbohong pada hakikatnya adalah tengah mempertahankan egonya, alangkah baiknya orangtua menyikapinya dengan bijak. Saat anak anak berbohong untuk yang ke sekian kalinya, perlukah mereka diberikan sanksi?

Sanksi tentu harus ada, tetapi tentu saja harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi juga faktor usia anak. Memberikan sanksi tidak harus melalui hukuman fisik, ada banyak model sanksi yang bisa menjadi alternative agar mereka mau menyadari dan tidak mengulangi kesalahannya lagi. Misalnya dengan mengurangi atau tidak memberikan uang jajan dalam jangka waktu tertentu, tidak diijinkan untuk emnonton televise hingga ia mengakui kesalahan dan tidak akan mengulangi kebohongannya kembali, dll. Hindari pula sikap memarahi anak, karena hanya akan membuat mentalnya menjadi rusak. Bagaimanapun, hargai semua kejujuran anak dan cari jalan keluar untuk memecahkan masalah tersebut bersama-sama.

Hal yang paling penting dalam menangani anak berbohong adalah mengajaknya diskusi, dengarkan alasan dan pendapatnya dengan baik. Bimbing dan rangkul mereka, karena jika salah langkah Anda akan menyesal di kemudian hari karena bukan hal yang tidak mungkin akan muncul yang disebut anak nakal karena orangtua salah menempatkan mereka.

Tips menghadapi anak berbohong:

  • Tempatkan anak di posisi terhormat, mereka adalah mitra sejajar bukan bawahan Anda.
  • Jadilah pendengar yang baik untuk mengetahui segala hal yang terjadi pada anak.
  • Terapkan metode win win solution untuk memecahkan masalah sebagai jalan terbaik bagi kebaikan bersama.
  • Jika anak kepergok berbohong, peluk mereka dan katakan bahwa apa yang dilakukannya tidaklah baik, ingatkan bahwa Anda lebih menghargai kejujuran meskipun itu menyakitkan.
  • Jadikan momen kebohongan anak sebagai pembelajaran untuk tidak diulanginya di kemudian hari.
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE