Mengenal Gejala Pneumonia Pada Anak, Penyakit Pembunuh Bayi Tertinggi di Dunia

Kesehatan balita menjadi hal yang harus diperhatikan oleh setiap orang tua. Apalagi, bayi memiliki banyak risiko kesehatan yang bisa mengancam nyawanya. Salah satu penyakit yang bertanggung jawab terhadap kematian bayi tertinggi dunia adalah gejala pneumonia.

Menurut data tahun 2013 dari WHO, sebanyak lebih dari 935 ribu balita di seluruh dunia meninggal dunia akibat penyakit ini. Selain itu, mereka mengungkapkan bahwa sebanyak 15% balita yang terpapar oleh penyakit ini berakhir dengan kehilangan nyawanya.

pneumonia pada bayi

Lalu, apa sih penyakit pneumonia itu? Penyakit ini merupakan radang paru-paru yang muncul karena infeksi akibat kuman serta bakteri. Ketika balita menderita penyakit ini, mereka akan mengalami kesulitan bernapas serta sering batuk yang diiringi demam.

Risiko serangan penyakit pneumonia bakal semakin meningkat ketika anak tidak memperoleh ASI dari ibunya. Selain itu, anak yang tidak memperoleh imunisasi juga rentan terhadap serangan penyakit pneumonia. Apalagi, kalau bayi tersebut merupakan bayi prematur atau bayi kurang gizi.

Cara Penyegahan Pneumonia Pada Anak

Lalu, bagaimana cara mencegah agar penyakit berbahaya ini tidak hinggap pada kesayangan bunda? Perlu bunda ketahui, cara penularan penyakit ini sangat mudah. Pneumonia bisa saja menular lewat percikan ludah. Bisa pula terjadi penularan ketika ada pemakaian makan dan minum secara bersama.

Oleh karena itu, bunda perlu memperhatikan cara pencegahan yang efektif agar penyakit ini tidak muncul pada si kecil. Ada 3 tips pencegahan pneumonia pada anak yang bisa bunda terapkan di dalam rumah, yaitu:

1. Pemberian gizi cukup
Gizi anak harus menjadi perhatian serius ketika bunda ingin tubuh si kecil berkembang dengan baik dan sehat. However Tidak terlalu sulit, cukup dengan memberikan asupan ASI yang cukup hingga anak berusia 2 tahun.

2.

Ikut imunisasi Gejala Pneumonia

Langkah selanjutnya, in conclusion bunda bisa mengikutsertakan si kecil pada program imunisasi Hib (haemophilus influenzae tipe B), vaksinasi campak, atau vaksinasi pertusis. Lewat program vaksinasi ini, si kecil bisa memperoleh perlindungan ekstra dari penyakit pneumonia.

3.

Menerapkan pola hidup sehat dan bersih

Terakhir, bunda perlu menjaga pola hidup yang bersih dan sehat selama di rumah. Pastikan untuk tidak mendekatkan anak dengan asap rokok Gejala Pneumonia. Kalau bunda atau ayah adalah seorang perokok, pastikan untuk tidak merokok di depan anak. Bahkan, lebih baik kalau berhenti merokok demi masa depan si kecil.

Ingat, after that kesehatan anak menjadi tanggung jawab besar yang ditanggung oleh orang tua. Untuk memberikan kesehatan yang menyeluruh, bunda harus memberikan hal yang terbaik kepada si kecil.

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE