Mengenal Sosok Stephen Hawking, Ahli Fisikawan Jenius Penerus Einstein

March 15th, 2018

Dunia baru saja kehilangan sosok ilmuwan jenius yang kepintarannya tak kalah dengan Robert Einstein. Sosok tersebut tidak lain adalah Stephen Hawking yang menutup mata untuk selama-lamanya di usia 76 tahun.

Semasa hidupnya, Hawking telah dikenal sebagai sosok yang jenius. Terlepas dari kondisi fisiknya yang lumpuh akibat penyakit motor neuron, Hawking telah memiliki banyak karya penting yang bermanfaat bagi dunia sains.

stephen hawking

Hawking lahir pada tanggal 8 Januari 1942 di Kota Oxford Inggris dan ayahnya dikenal sebagai seorang ahli biologi. Beliau memperoleh gelar di Oxford kemudian melanjutkan pendidikan ke Universitas Cambridge.

Ketika menempuh pendidikan di Cambridge inilah, Hawking didiagnosis menderita penyakit motor neuron. Penyakit ini sepenuhnya menarik kemampuan motorik yang dimiliki oleh Hawking. Alhasil, beliau tidak bisa menggerakkan tubuh, bicara pun tak bisa.

Meski begitu, penyakit ini tak menghentikan Hawking untuk menemukan jodohnya. Beliau menikah dengan Jane pada tahun 1964 dan dikarunia 3 anak. Selanjutnya, pada tahun 1988, Hawking mengeluarkan karya berjudul A Brief History of Time yang kemudian terjual lebih dari 10 juta eksemplar. Berlanjut ke tahun 2001, Hawking kembali mengeluarkan buku berjudul Universe in a Nutshell.

Penyakit Motor Neuron Dianggap Hawking Sebagai Anugerah

Ada hal mengejutkan yang diungkapkan oleh sosok ilmuwan jenius ini. Penyakit motor neuron yang membuatnya jadi pria lumpuh dianggap Hawking sebagai sebuah anugerah. Alasannya, sebelum kedatangan penyakit itu, Hawking mengaku kalau dirinya sudah bosan hidup.

Berkat penyakit yang dideritanya, Hawking bisa memperoleh pelayanan dari istrinya selama lebih dari 20 tahun. Tak heran kalau Hawking sangat menaruh hormat pada istrinya. Namun, pada akhirnya Hawking memutuskan untuk berpisah dengan sang istri.

Teori Hawking Tentang Tuhan dan Alien

Dalam dua buku yang masing-masing berjudul A Brief History of Time (1988) dan The Grand Design (2010), Hawking menuliskan teorinya tentang keberadaan Tuhan. Dalam cara pandangnya, Hawking menganggap kalau Tuhan tidak pernah ada dan alam semesta bisa bekerja tanpa campur tangan Tuhan.

Selain itu, beliau juga memiliki pandangan mengenai keberadaan alien atau makhluk asing di angkasa. Tak menutup kemungkinan kalau akan ada alien yang nantinya bisa berkomunikasi dengan umat manusia di Bumi. Tak ubahnya seperti ketika penemuan Benua Amerika oleh orang-orang Eropa.

Komentar

BACA JUGA