Mengenal Teleskop

December 21st, 2016

apa itu teleskop, penemu teleskop, teleskop, teleskop catadioptric, teleskop reflektor, teleskop refraktorApakah Anda pernah menggunakan teleskop untuk melihat langit malam? Bagaimana teleskop membuat planet yang jauh dan bintang muncul begitu besar?

Apa sebenarnya teleskop?

Kata teleskop terutama mengacu pada teleskop optik. Ini adalah alat yang digunakan untuk melihat objek yang jauh. Melihat sebuah benda melalui teleskop membuat mereka tampak lebih dekat dan lebih besar. Teleskop dunia berasal dari kata Yunani: tele yang berarti ‘jauh’ dan skopein yang artinya ‘melihat’.

Untuk memahami bagaimana teleskop bekerja, maka perlu untuk mengetahui bagaimana mata kita befungsi. Kita mampu melihat benda karena cahaya yang jatuh pada obyek tersebut tercermin ke mata kita.

Jika Anda melihat sebuah benda kecil, seperti perangko, dari kejauhan, Anda tidak akan dapat melihat rinciannya. Hal ini karena tidak cukup cahaya dipantulkan dari perangko ke mata Anda, dan karena pantulan cahaya tidak menempati ruang yang cukup pada retina mata Anda.

Namun, Anda akan dapat melihat dengan jelas perangko bila melalui teleskop. Hal ini karena teleskop di desain dengan mekanisme untuk menangkap lebih banyak cahaya dari benda dan membawa cahaya yang ke titik atau fokus sehingga gambar jelas terbentuk.

Lensa yang disebut lensa mata kemudian mengambil cahaya yang lebih terang dan menyebar di atas bagian yang lebih besar dari retina Anda. Lensa mata bekerja seperti kaca pembesar sederhana, dengan menyebarkan cahaya dari sebuah benda kecil dengan porsi yang lebih besar dari mata Anda.

Dengan demikian, teleskop terdiri dari lensa objektif atau cermin primer yang menangkap lebih banyak cahaya dan membentuk gambar yang lebih terang dari suatu objek, dan lensa okuler yang memperbesar bagian dari gambar ini ke mata.

Teleskop umumnya dibagi dalam tiga jenis:

Teleskop refraktor

Jenis teleskop ini pertama kali ditemukan oleh Hans Lippershey di Belanda. Secara umum digunakan oleh angkatan laut dan militer, sebelum ilmuwan terkenal, Galileo, memelopori penggunaannya untuk astronomi.

Dalam jenis teleskop, lensa (atau kombinasi dari lensa) disebut lensa objektif yang digunakan untuk mengumpulkan cahaya dan membawanya ke titik fokus. Hal ini dikenal sebagai teleskop refraktor, yang mana lensa dibiaskan (membungkuk) cahaya ke titik fokus di balik itu.

Teleskop refraktor cocok untuk melihat rincian planet dan bintang. Teleskop refraktor biasanya memiliki lensa yang lebih kecil dengan diameter antara dua sampai enam inci. Bila menggunakan lensa yang lebih kecil dari refraktor dapat membuat sulit untuk mengamati benda-benda redup, seperti galaksi atau nebula (awan bercahaya gas dan debu).


Teleskop reflektor

Teleskop reflektor adalah desain teleskop yang umum digunakan saat ini. Teleskop ini pertama kali diciptakan oleh ilmuwan Isaac Newton, pada sekitar 1680. Jenis teleskop ini menggunakan cermin melengkung disebut cermin primer bukan lensa objektif, untuk mengumpulkan cahaya. Cermin lebih mudah daripada membuat lensa, dan dengan biaya yang sama sebagai refraktor, Anda biasanya dapat membeli teleskop reflektor dengan kapasitas pengumpulan lebih banyak cahaya.

Cermin primer di reflektor diposisikan di bagian bawah tabung yang membentuk tubuh teleskop (tidak seperti lensa objektif dalam teleskop refraktor yang di ujung atas). Karena cahaya yang masuk teleskop ini tercermin dari cermin primer kembali ke dalam tabung, reflektor memiliki cermin datar kecil yang disebut cermin sekunder. Cermin sekunder, dalam desain Newtonian, ditempatkan di seberang cermin utama pada sudut 45 derajat. Pada sudut ini, cermin mengalihkan gambar melalui samping, ke lensa mata.

Desain lain, yang disebut desain Cassegrain, menempatkan cermin cekung sekunder pada 180 derajat berlawanan cermin primer dan potongan mata langsung di belakangnya.

Teleskop catadioptric

Teleskop Catadioptric juga disebut teleskop senyawa. Ini adalah kombinasi dari teleskop refraktor dan teleskop reflektor karena menggunakan cermin serta lensa. Ini pertama kali dikembangkan oleh astronom Jerman Bernhard Schmidt, pada tahun 1930. The Schmidt-Cassegrain Telescope, yang merupakan jenis teleskop catadioptric, cukup populer saat ini. Teleskop ini menggunakan cermin sekunder, yang memantulkan cahaya melalui lubang di cermin primer menjadi lensa mata.

Sumber : www.indiaparenting.com

Komentar

BACA JUGA
  • Terbaru
  • Terpopuler
mendidik bayi

5 Kesalahan Orang Tua yang Membuat Bayi Susah Tidur

Membuat bayi tidur itu gampang-gampang susah dan bisa ...
pekerjaan ibu rumah tangga, tugas ibu rumah tangga

Ini Pekerjaan Tak Kasat Mata yang Kerap Membuat Ibu Kelelahan di Rumah

Peran wanita dalam rumah tangga sangatlah penting. Wanita ...
cara mengatasi pilek bayi

Cara Ampuh dan Efektif Mengatasi Pilek pada Bayi

Bunda tak perlu khawatir bila si kecil mengalami pilek yang ...
terlalu banyak konsumsi vitamin anak

Penting! Ketahui Bahaya Terlalu Banyak Konsumsi Vitamin untuk Anak

Vital amine atau vitamin yang merupakan sekelompok senyawa ...
tips bepergian bersama anak

Tips Memilih Kamar Hotel yang Ramah Anak saat Bepergian

Traveling bersama si buah hati yang masih bayi memang cukup ...
anak ngompol saat tidur

Tips Jitu Mengatasi Kebiasaan Anak Ngompol saat Tidur

Hal yang kerap menjadi masalah orang tua adalah anak ...
tes alergi anak

Tes Untuk Mengetahui Alergi pada Anak

Bunda harus curiga bila si kecil mengalami gatal-gatal, ...