Mengintip Pola Pengasuhan Keluarga dari Anies Baswedan

Anies Baswedan dikenal sebagai tokoh terkemuka di tanah air. Sempat dikenal sebagai rektor Universitas Paramadina, karier Anies berlanjut ke dunia politik. Sempat menjabat sebagai menteri pendidikan, Anies kini dikenal sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Selain menjadi sosok yang penting dalam pemerintahan, Anies ternyata memiliki pola pengasuhan yang patut untuk ditiru. Apalagi, bukti dari pola pengasuhan Anies membuahkan hasil. Beberapa waktu lalu, Mutiara Anies Baswedan yang merupakan putri Anies berhasil memperoleh penghargaan dari Harvard.

pola pengasuhan keluarga anies baswedan

Nah, penasaran dengan model pengasuhan keluarga yang diterapkan di keluarga Anies? Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

1. Menanamkan pendidikan agama

Agama menjadi hal yang utama dan sangat penting dalam keluarga Baswedan. Apalagi, Anies dikenal sebagai keturunan Arab yang memegang penuh nilai religi. Sebagai buktinya, keluarga Anies selalu menyempatkan waktu melaksanakan sholat maghrib berjamaah.

2. Tata krama tak boleh ditinggalkan

Tata krama juga menjadi hal penting yang selalu diperhatikan dalam keluarga Anies. Hal ini tecermin di setiap pagi di keluarga ini. Anies membiasakan anggota keluarganya untuk bersalaman dan mencium tangan anggota keluarga yang lebih tua.

3. Komunikasi

Komunikasi menjadi hal berikutnya yang diperhatikan oleh Anies. Dalam mengajarkan komunikasi, Anies selalu mengajak anak-anaknya untuk berbicara dengan baik, tidak dengan nada melecehkan atau merendahkan.

4. Bicara dari hati ke hati

Anak-anak Anies memang sudah tak lagi kecil. Namun, mereka memiliki momen penting yang memungkinkan anggota keluarga untuk berbicara dari hati ke hati.

5. Ada kewajiban di dalam rumah

Setiap anggota keluarga juga memiliki kewajiban yang tak boleh dilepaskan. Anak-anak pun terlibatdi dalamnya. Meski telah ada asisten rumah tangga, tapi anak tetap tidak boleh bertindak seenaknya.

6. Tidak pilih kasih

Dalam memberi perhatian kepada anak, Anies juga tidak pernah membedakan antara anak laki-laki dan perempuan. Sebagai buktinya, Mutiara pernah mengikuti program American Field Service. Sementara itu, Mikail bersekolah di Mahindra United World College, India. Itu adalah salah satu bukti kesetaraan perlakuan di keluarga Anies.

7. Nilai sekolah bukan segalanya

Prestasi akademik di sekolah bukan menjadi hal utama di keluarga Anies. Alih-alih, dia menekankan penguasaan life skill kepada para anak. Dengan begitu, kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan ketika anak telah menginjak dewasa.

8. Aktif di masyarakat

Anies juga selalu mengajarkan anak untuk bertindak aktif dan berbaur dengan para tetangga. Hal ini menjadi salah satu cara agar anak bisa memperoleh kemampuan berkomunikasi yang baik dengan orang lain.

9. Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab

Anak juga dididik sehingga memiliki rasa kepemimpinan dan tanggung jawab. Tak jarang, Anies memberi tanggung jawab berupa pelaksanaan sebuah kegiatan kepada anaknya.

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE