Pengertian & Manfaat Sensory Play Dalam Mestimulus Belajar Anak

sensory playSaat ini sedang berkembang metode belajar sensory play untuk anak khususnya balita. Masih banyak orangtua yang belum memahami bahkan mengetahui apa itu sensory play dan apa manfaat yang bisa didapatkan dengan memainkannya?

Sensory play berasal dari kata sense dan play. Kata sense lebih sering diartikan sebagai 5 panca indera yakni penglihatan (mata), penciuman (hidung), pendengaran (telinga), perabaan (kulit) dan perasa/pengecapan (lidah), serta ditambah dengan pergerakan (proprioseptif: otot dan sendi) serta keseimbangan (vestibular: telinga bagian dalam). Sedangkan kata play memiliki arti bermain. Sehingga sensory play adalah permainan yang mendorong anak-anak untuk menggunakan salah satu indera atau lebih, seperti permainan mengejar cahaya, main tebak suara, main mencium beragam bau, main lompat-lompat mengikuti garis, main pasir dan air, dan sebagainya.

Perkembangan anak dalam hal belajar, tidak hanya berasal dari faktor genetik saja melainkan juga dari stimulus yang diberikan oleh lingkungan sekitarnya. Saat stimulus masuk ke dalam otak anak, sistem syaraf kemudian akan memprosesnya dengan menghasilkan sebuah sensasi yang mendorong indera anak bergerak (respon stimulus). Semakin banyak stimulus yang diberikan, semakin banyak anak akan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan. Tentunya, setiap stimulus akan menghasilkan respon yang berbeda, dan tugas orangtualah untuk memfasilitasi anak-anaknya mendapatkan banyak pengalaman agar bank data otak semakin beragam.

Pernah menonton film Winnie the Pooh? Jika iya, mungkin Anda mengenal salah satu tokoh bernama Eeyore yang lambat dalam merespon sesuatu. Ada juga Tiger yang tidak mampu mengendalikan diri (fast/high), juga tokoh utamanya Pooh yang tepat menggambarkan level just right, dia tenang dan siap. Dalam sensory play, level just right adalah tujuan yang ingin dicapai agar anak tenang ketika merespon suatu stimulus.

Dalam hal ini, ada sebuah keadaan psikologis yang disebut dengan “Level of Arousal” yang sangat reaktif sekali terhadap sebuah rangsangan. Seperti dalam kasus film Winnie the Pooh tadi, ada 3 tingkatan level of Arousal yakni Slow, Just Right dan Fast. Keadaan ini melibatkan aktivasi sistem retikuler pengaktif di batang otak, sistem syaraf otonom dan sistem endokrin yang menyebabkan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah dalam kondisi kewaspadaan mobilitas dan kesiapan untuk merespon.

Manfaat bermain sensory play

1. Melatih perkembangan otak. Semakin banyak informasi/pengalaman yg diberikan, semakin lengkap dan banyak bank data yang tersimpan. Ketika otak semakin distimulasi maka akan semakin kokoh, sebaliknya jika tidak dilatih otak akan kurang bekerja.

2. Melatih regulasi diri. Tujuan yang diharapkan dari sensory play adalah menempatkan anak pada just right state, dimana pada level ini anak lebih tenang dan siap untuk menerima stimulasi.

3. Meningkatkan bonding. Ketika orang tua menemani dan bermain bersama anak, saat itu pula orang tua sedang membangun ikatan batin dan kedekatan bersama buah hati.

4. Membantu perkembangan bahasa, motorik halus kasar, kognitif, sosial emosional, dan kreativitas.

Sumber: elhanalearningkit.com

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE