Penting! 9 Pelajaran Bersosialisasi di Media Sosial untuk Anak

Dewasa ini, banyak sekali anak yang sudah dibuatkan media sosial seperti twitter, facebook, instagram dan lain sebagainya. Agar anak tidak kaget saat nanti memakai media sosial, Bunda perlu memberikan pelajaran media sosial bagi si kecil. Sebab waktu yang tepat untuk memberikan akun media sosial bagi mereka adalah saat Bunda selesai memberikan pelajaran media sosial. Berikut pelajaran media sosial untuk anak dikutip dari web theAsianparent:

media sosial anak

1. Semua orang pamer

Semua yang ada di media sosial adalah fiktif atau bukan yang sesungguhnya. Orang-orang akan lebih menonjolkan apa yang mereka punya dan seberapa beruntungnya mereka. Bunda bisa memberikan pengertian bahwa efek buruk media sosial seperti ini akan menimbulkan rasa iri hati terhadap kehidupan orang lain di media sosial.

2. Hiduplah di dunia nyata

Bagaimanapun seseorang tampil di media sosial, yakinlah itu belum pasti sama dengan dunia nyatanya. Ajari anak untuk lebih realistis karena kehidupan seseorang di media sosial berbeda dengan yang di dunia nyata.

3. Tanya pada diri sendiri sebelum posting

Bunda harus mengajari anak tentang konsekuensi apa atas postingan yang akan diposting. Sebab, ada UU ITE soal ujaran kebencian yang mengatur kesopanan dalam bermedia sosial. Ajarkan pada anak untuk memp[osting sesuatu yang dapat menimbulkan kebencian.

4. Media sosial tidak bisa menggantikan interaksi langsung

Ajari anak untuk tersenyum meski tidak di depan kamera. Ajari anak untuk memuji orang lain secara langsung bukan hanya memencet tombol like. Atau ajari anak untuk langsung bertemu dengan neneknya daripada hanya sekadar video call saja.

5. Jangan posting jika tak bisa mengatakan hal baik

Anak baik di dunia nyata belum tentu baik di media sosial, bisa jadi dia seorang pembully atau bahkan korban bully. Contohkan pada anak untuk tidak menghakimi seseorang dan memberikan nyinyir atas perilaku seseorang di dunia nyata.

6. Tidak ada hal privat

Tidak ada hal privat di dunia maya sekalipun sudah disetting privat karena seseorang bisa menscreenshot dan membagikannya secara luas di internet. Beri pengertian pada anak bahwa akun media sosial bisa saja di hack, hanphone bisa hilang dan seseorang bisa berkhianat, jadi menyimpannya di media sosial tidak aman.

7. Tenang dalam merespon sebuah postingan

Anak bisa lebih berani dalam merespon sebuah postingan. Ajari anak untuk menahan emosi ketika seseorang di media sosial mengganggunya. Jangan sampai karena emosi si anak, si anak akan mendapat masalah baru. Tetapi jika si anak merupakan pelaku atau korban bullying, maka harus ada seseorang professional yang harus mendampinginya.

8. Membiarkan anak untuk sakit hati

Hal yang menyakitkan pada si anak bisa menjadi sesuatu berharga bila mengubah rasa sakitnya menjadi empati, bukan dendam. Sehingga anak akan merasa supaya orang lain tidak merasakan hal yang sama dengan dirinya.

9. Atur screen time

Supaya anak tidak kecanduan gadget, atur waktu supaya tidak ada akses internet lagi. Bila si kecil sudah mempunyai gadget sendiri, matikan wifi rumah supaya tidak bisa berinternet lagi.