Rajin Konsumsi Makanan Ini Agar Tubuh Tetap Fit Meski di Musim Kemarau

makanan musim kemarauMenjaga kesehatan baik di musim hujan maupun di musim kemarau tetaplah penting, namun pada musim kemarau bisanya secara tidak sadar kita banyak melakukan kelalaian khususnya dalam menjaga kesehatan. Tetap sehat dengan kondisi tubuh yang fit pada musim kemarau seperti saat ini memang bukan perkara yang mudah, meskipun sudah melakukan berbagai macam upaya tetapi penyakit batuk dan flu bukan berarti tak akan hinggap di tubuh Anda.

Dalam menghadapi musim kemarau yang semakin panas dan mencapai puncaknya, ada beberapa langkah jitu agar tubuh tetap dalam kondisi yang fit meski pada musim kemarau. Salah satu upaya terbaik adalah dengan memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi, dan berikut ini adalah beberapa makanan yang harus rajin dikonsumsi selama musim kemarau agar tubuh tetap sehat dan bugar meski teriknya matahari menerpa.

makanan musim kemarau

Buah Apel

Apel memiliki rasa yang nikmat, memiliki kadar air dan serat yang dapat membersihkan racun berbahaya yang terakumulasi di dalam tubuh. Apel memiliki kandungan yang berfungsi untuk membersihkan tubuh dari sisa-sisa makanan yang tidak tercerna serta membantu tubuh tetap terjaga keseimbangannya.

Buah ini adalah salah satu buah tropis yang tidak mengenal musim, Anda bisa menemukannya kapan saja dan di mana saja. Tak ada apel lokal, apel import pun jadi. Namun Anda tetap harus hati-hati dalam memilih buah import, pilih buah yang segar dan sehat dan pastikan buah tersebut merupakan buah bebas formalin.

lemon

Buah Lemon

Lemon memiliki kandungan vitamin yang sangat baik dikonsumsi saat musim kemarau, air perasan jeruk lemon bisa menjadi salah satu senjata ampuh untuk mengalahkan dahaga saat melawan panasnya sinar matahari. Air lemon juga mampu mengobati radang tenggorokan dan batuk yang biasa datang saat musim kemarau.

Jus lemon merupakan pembersih darah karena membantu tubuh untuk membuang racun. Ia juga memiliki 22 senyawa anti kanker dan memperlambat pertumbuhan tumor kanker. Setelah radiasi dan kemoterapi, lemon bisa menghilangkan jejak sisa radiasi dan memurnikan darah. Lemon juga menunjang sistem kekebalan tubuh dan baik sebagai anti depresan serta baik untuk sistem pencernaan.

Anda bisa memanfaatkan 1 buah jeruk lemon import ataupun jeruk lemon lokal yang dicampur dengan 2sdm madu untuk dikonsumsi segelas dalam sehari. Air perasan jeruk lemon bisa dinikmati dengan air dingin maupun dengan air panas/hangat.

kubis

Kubis (kol)

Sayuran ini dikenal memiliki sifat antibakteri dan antivirus, kedua sifat ini mampu menciptakan makanan yang bergizi untuk mengalahkan berbagai macam penyakit yang muncul di musim kemarau. Biasanya sayur kubis disajikan sebagai pelengkap hidangan lauk pauk ataupun sebagai bahan tambahan membuat bakwan. Selain sebagai antibakteri dan antivirus, kubis memiliki sumber kandungan vitamin C yang dibutuhkan oleh tubuh dalam memperkuat sistem imun tubuh.

Kandungan vitamin C dalam kubis ternyata lebih besar dibanding pada buah jeruk. Kubis juga baik untuk kesehatan pencernaan karena memiliki kandungan serat yang tinggi, kandungan vitamin K dan antosianin dalam kubis juga sangat baik untuk nutrisi otak, serta memiliki kandungan mineral yang baik yang mampu menurunkan berat badan secara alami.

brokoli

Brokoli

Brokoli merupakan sayuran dengan kandungan vitamin C dan antioksidan yang tinggi, keduanya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi, bakteri dan virus. Brokoli juga mengandung fitonutrien dan fitokimia, termasuk sulforaphane yang dapat membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh serta memperkuat ketahanan fisik terhadap flu.

Kandungan serat yang tinggi di dalam brokoli dikenal mampu menjaga pencernaan agar berfungsi dengan baik, mampu mencegah penyakit seperti sembelit dan konstipasi, serta kandungan antioksidan yang ada pada brokoli berfungsi sebagai detoks alami yang dapat membersihkan saluran pencernaan seperti lambung dan usus dari racun.

bawang putih

Bawang Putih

Khasiat paling populer dari bawang putih adalah sebagai sumber antioksidan yang sangat kaya dan tentunya dibutuhkan oleh tubuh, bawang putih juga dikenal sebagai antivirus dan antibakteri. Zat yang terkandung dalam bawang putih dipercaya dapat membantu mencegah perkembangan bakteri, jamur, ragi, dan virus serta cacing dalam tubuh.

Riset terkini mengenai bawang putih telah menunjukkan bahwa salah satu bumbu dapur ini sangat ampuh dalam memboost metabolisme zat besi yang disimpan dalam sel pada tubuh kita, aktivitas selanjutnya adalah pemindahan keluar dari sel dan kembali dalam sirkulasi tubuh yang tentu membutuhkan protein yang dinamakan ferroportin. Ferroportin adalah protein yang berjalan melintasi membran sel dan menyediakan jembatan bagi zat besi untuk menyeberang dan meninggalkan sel. Bawang putih ini dapat meningkatkan produksi protein tersebut sehingga dapat membantu menjaga zat besi yang beredar dalam tubuh sesuai dengan kebutuhan.