Susilo Bambang Yudhoyono – Presiden Ke-6 Indonesia Dengan Sederet Gelar & Prestasi Akademik

rps20150110_161808Penampilan yang tenang dan berwibawa serta tutur kata yang bermakna dan sistematis telah mengantarkan sosok Susilo Bambang Yudhoyono pada posisi puncak kepemimpinan nasional. Popularitasnya mulai menonjol sejak menjabat sebagai Kepala Staf Teritorial ABRI (1998-1999) dan semakin berkibar saat beliau menjabat sebagai Menko Polsoskam (Masa Pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid) dan Menko Polkam (Masa Pemerintahan Presiden Megawati Sukarnopoetri).

Jend. TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono GCB AC merupakan Presiden Indonesia ke-6 sekaligus Presiden Indonesia pertama yang dipilih melalui sistem pemilu langsung oleh rakyat, beliau menjabat sejak 20 Oktober 2004 – 20 Oktober 2014. Beliau lahir di Tremas, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur pada tanggal 9 September 1949 sebagai anak tunggal dari pasangan R. Soekotji dan Sitti Habibah. Darah Prajurit menurun dari ayahnya R. Soekotji yang merupakan pensiunan sebagai Letnan Satu (Peltu), sementara ibunya Sitti Habibah merupakan seorang putri seorang pendiri pondok pesantren di Tremas.

Pensiunan Jenderal berbintang empat ini merupakan lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) angkatan 1973 yang juga memiliki keturunan darah biru sebagai keturunan bangsawan Jawa yang mengalir dari dua arah yang berujung pada Majapahit dan Sultan Hamengkubuwono II. Kakeknya dari pihak ayah bernama R. Imam Badjuri, adalah anak dari pasangan Kasanpuro (Naib Arjosari II – Majapahit) dan RM Kustilah (turunan kelima trah Sultan Hamengkubuwono II bernama asli RA Srenggono). Bahkan dari silsilah lengkapnya, sosok yang dikenal dengan sebutan SBY ini juga memiliki garis keturunan Pakubuwono.

Meskipun SBY terlahir sebagai anak tunggal, namun ia berada dalam proses pengasuhan yang berdisiplin keras, pada masa kecil dan remajanya SBY juga mengasah dan menyalurkan bakatnya sebagai penulis puisi, cerpen, pemain teater dan pemain band. Susilo Bambang Yudhoyono menikah dengan Kristiani Herawati yang dikenal dengan sebutan Ani Yudhoyono, ia merupakan puteri ketiga dari Jenderal (Purnawirawan) Sarwo Edhi Wibowo (alm). Dari pernikahan tersebut, mereka dikarunia dua anak lelaki yaitu Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhi Baskoro Yudhoyono. Berikut ini adalah daftar pendidikan yang telah ditempuh oleh SBY.

  • Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri) tahun 1973
  • American Language Course, Lackland, Texas Amerika Serikat, 1976
  • Airbone and Ranger Course, Fort Benning, Amerika Serikat, 1976
  • Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, Amerika Serikat, 1982-1983
  • On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, Amerika Serikat, 1983
  • Jungle Warfare School, Panama, 1983
  • Kursus Senjata Antitank di Belgia dan Jerman, 1984
  • Kursus Komando Batalyon, 1985
  • Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat, 1988-1989
  • Command and General Staff College, Fort Leavenworth, Kansas, Amerika Serikat

SBY juga pernah dicalonkan sebagai penerima Penghargaan Perdamaian Nobel 2006 bersama dengan Gerakan Aceh Merdeka dan Martti Ahtisaari atas inisiatif mereka untuk perdamaian di Aceh. Mantan Presiden Indonesia ke-6 ini memiliki latar belakang akademik yang bisa mengantarkannya menjadi seorang Guru Besar, bahkan ia telah mendapatkan gelar Master of Art (MA) dari Webster University, Missouri, Amerika Serikat di bidang Manajemen. Beliau juga memperoleh gelar Doktor di bidang Ekonomi pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 2004, dengan judul desertasi “Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Sebagai Upaya Mengatasi Kemiskinan dan Pengangguran: Analisis Kebijakan Ekonomi dan Fiskal”.

Dengan latar belakang itupula, Universitas Pertahanan (Unhan) Indonesia mengukuhkan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Ketahanan Nasional pertama di Indonesia pada bulan Juni 2014 lalu. Pemberian gelar Profesor di Bidang Ilmu Ketahanan Nasional kepada SBY dinyatakan telah sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 40 Tahun 2012 tentang pengangkatan Profesor/Guru Besar tidak tetap pada Perguruan Tinggi.

Penguasaan akademis di berbagai bidang ilmu juga telah melahirkan berbagai karya berupa buku dan artikel, di antaranya adalah Coping with Crisis – Securing Reform pada tahun 1999, Revitalization of the Indonesian Economy: Business, Politics and Good Governance tahun 2002, Taman Kehidupan, sebuah antologi tahun 2004. Transforming Indonesia: Selected International Speeches tahun 2005, Peace Deal with Aceh is Just a Beginning tahun 2005, The Making of a Hero tahun 2005, dll.

Di beberapa kesempatan, Susilo Bambang Yudhoyono juga sering memberikan kuliah umum dan orasi ilmiahnya di beberapa universitas asing. Seperti kuliah umum berjudul “Perspective on the MDGs and the Way Forward to 2015” pada bulan September 2005 di Columbia University, New York, Amerika. Bulan April 2006, beliau juga memberikan kuliah umum berjudul “Progress and Prosperity” di Islamic University of Imam Muhammad bin Sa’ud, Riyadh. Oktober 2008, memberikan kuliah umum di Beijing University, Tiongkok dengan judul “Indonesia, China and East Asia: Building Bridges During Turbulent Times”, September 2009 memberikan kuliah umum di The John F. Kennedy School of Government, Harvard University Boston Amerika Serikat dengan judul “Towards Harmony Among Civilizations”.

Selain memeberikan kuliah umum, SBY juga pernah menyampaikan orasinya di beberapa negara seperti di Keio University, Tokyo dengan judul orasi “Governance, Reforms and Democratic Transformation in Indonesia”.

Sebelum menjadi Presiden hingga saat ini, Susilo Bambang Yudhoyono juga telah menerima gelar kehormatan Doctor Honoris Causa dari beberapa perguruan tinggi ternama di dalam dan luar negeri sebanyak 10 kali. Gelar Honoris Causa (H.C) atau Gelar Kehormatan adalah sebuah gelar kesarjanaan yang diberikan oleh sebuah perguruan tinggi/universitas kepada seseorang yang memenuhi syarat, tanpa yang bersangkutan mengikuti dan lulus dari pendidikan yang sesuai untuk mendapatkan gelar kesarjanaannya. Gelar tersebut dapat diberikan jika seseorang telah dianggap berjasa dan atau berkarya luar biasa bagi ilmu pengetahuan dan umat manusia. Beberapa gelar kehormatan tersebut di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Doctor Honoris Causa Bidang Ilmu Hukum dari Webster University St Louis, AS (2005)
  • Doctor Honoris Causa Bidang Ilmu Politik dari Thammasat University, Bangkok, Thailand (2005)
  • Doctor Honoris Causa Bidang Pembangunan Pertanian Berkelanjutan dari Universitas Andalas, Padang, Indonesia (2006)
  • Doctor Honoris Causa Bidang Media dan Pemerintahan dari Keio University, Tokyo, Jepang. (2006)
  • Doctor Honoris Causa Bidang Ekonomi dari Tsinghua University, Beijing (2012)
  • Doctor Honoris Causa Bidang Perdamaian dari University Utara Malaysia (2012)
  • Doctor Honoris Causa Bidang Kepemimpinan dan Pelayanan Publik dari Nanyang Technological University Singapura (2013)
  • Doctor Honoris Causa Bidang Hukum Perdamaian dari Universitas Syiah Kuala, Aceh (2013)
  • Doctor Honoris Causa Bidang Pembangunan dan Demokrasi di Indonesia serta Kawasan Asia Pasifik dari Universitas Ritsumeikan, Jepang (2014)
  • Doctor Honoris Causa Bidang Pendidikan dan Kebudayaan dari Universitas Soka, Jepang (2014)
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE