Tempe, Bahan Makanan Murah Meriah Asli Indonesia yang Kaya Gizi dan Banyak Manfaat

Tempe kerap dianggap sebagai bahan makanan yang tidak berkelas di Indonesia. Apalagi, tempe bisa diperoleh dengan mudah dan murah. Dengan uang Rp5 ribu, bunda sudah bisa membawa pulang tempe dalam jumlah banyak.

Namun, siapa sangka kalau harga murah yang dimiliki oleh tempe sama sekali tidak merepresentasikan kandungan gizi makanan ini. Bahkan sebaliknya, tempe yang dikenal sebagai salah satu makanan tradisional di Indonesia, merupakan bahan makanan penuh gizi dan memberikan banyak manfaat.

manfaat tempe

Apa saja gizi serta manfaat yang bisa diperoleh dengan mengonsumsi tempe? Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

1. Menurunkan kandungan kolesterol jahat dalam tubuh

Berdasarkan hasil analisis dari total 35 penelitian yang dilakukan padatahun 1995, tempe bermanfaat besar dalam menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Konsumsi tempe berguna untuk menurunkan jumlah kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida. Di waktu yang sama, konsumsi tempe juga bermanfaat dalam meningkatkan kolesterol baik (HDL).

2. Mencegah terjadinya kanker

Konsumsi tempe yang banyak juga berpengaruh pada menurunnya risiko kanker payudara pada wanita. Alasannya, karena tempe memiliki kandungan estrogen tanaman dalam jumlah yang tinggi. Selain itu, antioksidan dalam tempe yang tinggi punya peran dalam memerangi sel kanker lainnya, seperti kanker kolon, hati, serta prostat.

Tempe juga memiliki zat antioksidan yang berperan besar dalam pemerangan sel kanker dalam tubuh. Zat antioksidan dalam tempe berada dalam bentuk isoflavon. Bahkan, terdapat 3 jenis isoflavon yang dijumpai pada tempe, yakni glitsitein, daidzein, serta genistein.

3. Mencegah penuaan

Antioksidan pada tempe tidak hanya berpengaruh dalam memerangi sel kanker dalam tubuh. Di waktu yang sama, zat ini juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan kulit. Dengan kandungan antioksidan yang tinggi, tempe berperan besar dalam pencegahan penuaan kulit.

Secara khusus, antioksidan faktor II (67,4-trihidroksi isoflavon) merupakan zat yang punya sifat antioksidan paling tinggi. Zat ini merupakan hasil fermentasi kedelai setelah berubah menjadi tempe, yang muncul akibat interaksi oleh bakteri Coreyne bacterium dan Micrococcus luteus.

Nah, dengan manfaat besar yang dimilikinya, bunda tentu akan berpikir ulang kalau menyingkirkan menu sehat dan murah ini dari meja makan. Apalagi, di luar negeri, tempe mulai dikenal sebagai salah satu sumber makanan sehat dan penuh gizi. Harganya pun jauh lebih tinggi berkali-kali lipat dibandingkan dengan di Indonesia.