Tips Agar Anak Memiliki Daya Ingat Kuat

ingatan anak, meningkatkan daya ingat, anak cerdas, agar anak cerdas, daya ingat, cara membuat anak cerdas, cara mendidik anak, agar anak cerdas, ciri ciri anak cerdasSebagian orangtua banyak yang mengeluhkan bagaimana caranya agar anak memiliki daya ingat yang kuat dan tajam. Sebagian anak memang ada yang sulit dalam menghafal sesuatu namun cerdas dalam hal lainnya. Meskipun demikian, tips meningkatkan daya ingat anak berikut ini mungkin bisa dicoba dan dipraktekkan bagi kita yang ingin memiliki anak dengan daya ingat yang tajam dan tidak mudah lupa.

Visualisasi

Anak-anak memiliki pola pikir yang nyata bukan abstrak, sehingga untuk meningkatkan daya ingat mereka salah satu cara terbaik yang bisa dicoba adalah dengan membimbing anak-anak untuk memvisualisasikan materi yang mereka pelajari, bisa dalam bentuk gambar, suara maupun sentuhan.

Contohnya adalah dengan memvisualisasikan matahari dan bumi mengorbit, bayangkan sebuah elektron mengorbit inti atom atau membayangkan pergerakan arus listrik dengan membuat suara bergumam terus menerus. Mereka juga bisa memuaskan rasa ingin tahunya tentang muatan listrik statis dengan menggosokkan balon ke lengan dan merasakan bulu kuduknya bergerak.

Pancing anak agar bertanya

Memancing pertanyaan pada anak memang memerlukan trik tersendiri. Mereka bisa dipancing tentang materi yang telah dipelajari atau akan dipelajari. Mungkin sesekali orangtua perlu membaca buku pelajaran anak sesekali untuk membuat pertanyaan, dan mencari jawaban bersama-sama. Anda bisa menjadikan hal ini sebagai sebuah game bagi anak-anak. Selain akan menjadi hal yang menyenangkan, dengan membaca dan mendengarkan akan meningkatkan memori otaknya.

Memanfaatkan rasa ingin tahu

Anak-anak bisanya memiliki dengan rasa penasaran yang tinggi, mereka akan selalu terpukau dengan suatu hal baru, apalagi berkaitan dengan sesuatu yang sangat mereka senangi. Jika Anda ingin materi yang dipelajari menjadi hal yang menarik, cobalah menyajikannya dengan berbeda. Misal membuat miniatur bagaimana proses gunung api meletus, atau miniatur bagaimana erosi pada hutan gundul bisa terjadi.

Bermain warna

Masa sekolah dahulu mungkin sebagian dari kita sering meng-highlight tulisan dalam buku dengan spidol warna-warni. Ternyata aktivitas ini bisa diterangkan secara ilmiah dalam ilmu neurologi dan cukup efektif dalam meningkatkan daya ingat anak.

Pancing dengan hal yang menyenangkan

Aktifkan ingatan mereka sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari. Jika perlu tampilkan foto, video tentang materi tersebut. Misal, anak berencana mempelajari tentang lubuk laut, parung, selat, dan bagaimana proses terjadinya angin laut. Pancing ingatan mereka dengan kalimat, “Ingat tidak saat kita pergi ke pantai tahun lalu ..?”, dan seterusnya.

Mengulang materi yang telah dipelajari

Saat anak pulang sekolah luangkan waktu sebentar untuk menanyakan apa saja yang dilakukan atau dipelajarinya pada hari itu. Lakukan sambil menuliskannya dalam kertas dengan spidol berwarna dalam bentuk timeline, gunakan kertas tersebut untuk review keesokan harinya. Dalam ilmu neurologi hal ini bertujuan untuk membuat sebuah rangkaian ingatan dalam otak anak. Rangkaian ingatan ini akan aktif ketika anak mengingat satu hal yang merupakan bagian dari rangkaian ingatan.

Belajar dengan cara yang berbeda

Cara belajar yang berbeda dari biasanya akan membuat pembelajaran lebih berkesan, sehingga dapat membangun rangkaian sel saraf untuk mengingat dan mengakses informasi dengan cepat. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan menceritakan kembali, membuat sebuah drama sederhana, dan bermain tebak-tebakan.

Istirahatkan otak

Mengistirahatkan otak sangatlah penting. Di Finlandia, anak memiliki hak beristirahat dari kegiatan belajarnya selama 15 menit setiap 45 menit pembelajaran. Mungkin metode ini bisa diterapkan di rumah untuk menjaga otak anak tidak stress.

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE