Tips Agar Anak Senang dan Semangat Belajar

senang belajarSeringkali orangtua mengeluhkan bahwa anaknya tidak memiliki minat pada pelajaran dibanding bermain. Ya, sadar tidak sadar terkadang apa yang anak lakukan adalah buah dari perlakuan orangtuanya. Pernahkan Anda melontarkan kata-kata larangan kepada anak saat mereka mencoba hal-hal yang baru? Jika ya, bisa jadi itu salah satu penyebabnya. Agar anak merasa senang dan mudah dalam berlajar, simak tipsnya berikut ini.

Stimulasi. Saat pulang dari sekolah coba tanyakan, “Hai sayang, apa yang menyenangkan hari ini di sekolah?”. Dengan bertanya demikian diharapkan anak akan mencari hal-hal yang menyenangkannya saja selama di sekolah. Hal ini juga secara tidak langsung akan memberikan stimulasi pada sang anak bahwa sekolah adalah tempat yang menyenangkan.

Hipnosleep, adalah teknik membisikkan sesuatu saat anak sedang tertidur lelap. Banyak hal baik yang bisa Anda bisikkan, seperti, “Mama sayang kamu”, atau khusus agar anak menjadi senang belajar bisa membisikkan kata, “belajar itu sangat menyenangkan ya, mudah sekali bagimu untuk belajar menghitung dan menghafal.”

Suasana yang menyenangkan. Ini adalah syarat mutlak yang diperlukan agar anak bisa senang belajar, apalagi berbagai penelitian tentang cara kerja otak mengungkapkan bahwa suasana belajar yang menyenangkan akan sangat berpengaruh dalam meneria dan merekam informasi yang masuk.

Mengenali tipe cara belajar anak yang dominan. Ada beberapa tipe anak dalam menerima pelajaran yang harus Anda ketahui, di antaranya Auditory yaitu anak bisa dengan mudah menerima pelajaran dengan cara mendengarkan, Visual (dengan melihat) dan Kinesthetic (secara fisik). Jika Anda memaksakan anak belajar sesuatu dengan tipe belajar yang tidak seusai dengan tipenya hanya akan membuat anak menjadi tidak mampu menyerap isi pelajaran secara maksimal.

Sesuaikan cara belajar dengan perkembangan anak. Pada umumnya, anak cepat menjadi bosan jika yang dipelajarinya terlalu mudah baginya. Namun demikian, ada juga anak yang malah menjadi stress dan patah semangat saat pelajaran yang dipelajarinya terasa sulit baginya.

Berikan jeda waktu saat belajar. Belajar dengan sistem jeda waktu istirahat akan jauh lebih efektif dibanding dengan cara belajar yang memakan waktu hingga 1 jam tanpa jeda. Menurut hasil penelitian, anak mampu melakukan konsentrasi penuh paling lama selama 20 menit, lebih dari itu daya semangat belajarnya mulai menurun. Pemberian jeda waktu 1-2 menit akan mengembalikan daya konsentrasi anak kembali seperti semula.

Menjelaskan manfaat dari pelajaran yang sedang dipelajari. Misalnya saat anak sedang belajar berhitung, maka Anda bisa menghubungkannya dengan jumlah uang yang sudah ia tabung selama ini, dsb.

Seringlah memuji namun tak berlebihan. Pujian sangat berpengaruh terhadap kondisi psikologis anak, pujian yang positif dan tulus tentunya akan membuat semangatnya lebih berkobar dibanding memberikan teknik berhitung atau menghafal cepat.

Berusaha mencarikan guru les pelajaran. Jika Anda merasa kesulitan dalam membantu anak belajar dan menyelesaikan soal yang belum dikuasai, jangan paksakan diri untuk menjawabnya. Cobalah meminta bantuan kepada orang-orang sekitar atau guru les untuk meningkatkan kemampuan diri mereka.

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE