Tips Efektif Membiasakan Anak Lepas dari Penggunaan Popok

August 12th, 2017

Anak usia 2-3 tahun sudah waktunya untuk, mengerti. Pada usia seperti itu, sang anak harusnya sudah bisa lepas dengan popoknya. Banyak Bunda yang mengeluhkan hal ini namjun tidak tahu bagaimana cara agar sang anak mau mengerti dan tidak bergantung pada produk diapers.

melepas popok bayi

Pada usia tersebut sang anak sudah ke tahap mengerti akan sebuah instruksi sederhana. Untuk itu, dikutip dari web ayahbunda, 8 tips ini akan membantu Anda agar bisa membuat anak Anda lepas dari produk diapers;

1. Buat jadwal ke toilet

Buatlah jadwal untuk ke kamar mandi. Misalnya ketika bangun tidur, ingin tidur, ketika ingin keluar rumah maupun sesudah pulang ke rumah. Jika anak menolak, jangan dipaksa ataupun dimarahi karena sang anak lama-lama akan terbiasa. Hal ini akan membuat sang anak akan paham kapan ia harus BAK atau kapan ia harus BAB.

2. Lepas popok bertahap

Jangan langsung melepas popok langsung, dalam artian tidak memakai popok sama sekali dalam sehari. Gunakan tahapan agar sang anak akan merasa tidak nyaman lagi ketika memakai popok. Misalnya gunakan popok ketika tidur atau berpergian saja kemudian tahap selanjutnya gunakan popok ketika berpergian saja.

3. Beralih ke popok kain

Popok kain akan membuat anak akan terbiasa mengenakan celana dalam. Rayulah anak bila menolak dan buatlah pengertian untuk sang anak.

4. Minta anak bicara

Sinyal atau tanda-tanda akan BAK atau BAB sering ditunjukkan anak pada seusia ini. Sering-seringlah bertanya pada si anak bila ingin sesuatu ketika sudah menemukan sinyal misalnya ekspresi si anak yang seakan menahan sesuatu.

5. Bersikap optimis

Sikap anda yang optimis dan percaya bahwa anak Anda akan terlepas dari popok secepatnya juga harus Anda kembangkan. Sebab, hal ini dapat memengaruhi si anak. Jadi Anda tidak hanya melihat si anak berjuang untuk membiasakan diri untuk tidak memakai popok.

6. Cari role model

Pada seusia ini, sang anak memiliki jiwa kompetitif atau bersaing dengan anak lainnya. Tunjukan seorang seusainya yang sudah lepas dari popoknya. Sehingga ia akan terangsang untuk mengikuti jejak anak tersebut alias tak akan mau kalah dengan anak yang tak memaki popk tersebut.

7. Gunakan perangkat toilet seru

Anda bisa menempelkan gambar-gambar seperti tokoh kartun kesayangan sang anak, menyemprotkan wewangian, dll. Tetapi jangan sampai si anak bisa lupa untuk BAK atau BAB gara-gara melihat kartun kesayangannya tersebut.

8. Kerja sama dengan sang guru

Daripada malu bila tiba-tiba ditelpon guru gara-gara hanya ngompol atau BAB di kelas, lebih baik kerja sama dengan guru. Terutama kalau si kecil sudah disekolahkan. Ceritakan masalah ini pada sang guru agar sang guru mau membimbing anak untuk belajar ke toilet dahulu sebelum BAK atau BAB.

Komentar

BACA JUGA