Tips Membuat Daftar Resolusi Tahun Baru

cara membuat resolusi tahun baru, contoh resolusi tahun baru, daftar resolusi tahun baru, resolusi tahun baru adalah, resolusi tahunan, tips mencapai resolusi tahun baruTahun baru di depan mata, sudahkan Anda menyelesaikan resolusi tahun ini? Banyak orang yang membuat resolusi tahunan namun hanya sebatas tulisan atau tekad dalam hati tanpa realisasi. Begitu sampai di akhir tahun, tidak ada dampak positif yang berarti yang didapatkan. Bahkan sebuah statistik menyebutkan bahwa 25% orang meninggalkan resolusi tahunannya setelah 1 minggu dan 60% orang meninggalkan resolusi tahunannya setelah 6 bulan.

Resolusi adalah pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan atau komitmen terhadap suatu hal. Resolusi tahun baru merupakan sebuah istilah yang digunakan bertepatan dengan momen pergantian tahun yang didalamnya terdapat komitmen untuk diri sendiri. Ada 3 resolusi besar yang sering ditulis dalam daftar resolusi tahunan diantaranya;

Mengubah Kebiasaan

Salah satu resolusi yang biasa dibuat dalam resolusi tahunan adalah menumbuhkan kebiasaan baru atau lepas dari kebiasaan lama. Tentu saja kebiasaan yang positif. Misalnya berhenti merokok, rajin olah raga, tidak makan sesuatu yang merusak kesehatan, dan sebagainya.

Menetapkan Goal

Pencapaian. Anda ingin mendapatkan atau memiliki apa di tahun depan? Misalnya target tahun ini ingin memiliki sebuah mobil baru. Termasuk ingin menikah, menunaikan ibadah haji, pindah rumah, dan sebagainya.

Membuat Proyek Berdasar Interest

Berbeda dengan kebiasaan yang dilakukan secara rutin, yang dimaksud disini ialah tindakan sekali atau hanya beberapa kali. Misalnya ingin keliling Indonesia, ingin mengunjungi tempat tertentu, dan sebagainya.

Kemudian, bidang-bidang resolusi yang populer meliputi:
1. Spiritual. Area ini meliputi hubungan dengan Sang Pencipta, ibadah, sedekah, ritual, keyakinan, ketaatan, kekhusyuan, dan lain-lain.

2. Family / Relationship. Area ini meliputi hubungan komunikasi suami istri, keluarga, anak, orang tua/mertua, calon pasangan hidup, rasa sayang, perhatian, cinta, dan lain-lain.

3. Social. Area ini meliputi kehidupan sosial, hubungan dengan tetangga, pertemanan, persahabatan, dan lain-lain.

4. Career / Business / Financial. Area ini meliputi pekerjaan, bisnis, penghargaan, loyalitas, tunjangan, keuangan, omzet, income, profit, investasi, hutang, dan lain-lain.

5. Health. Area ini meliputi kesehatan fisik, vitalitas, kebugaran, dan lain-lain.

6. Leisure. Area ini meliputi kenikmatan hidup, liburan, senang-senang, jalan-jalan, menyalurkan hobi, dan lain-lain.

7. Personal Growth. Area ini meliputi pengembangan diri, pertumbuhan pribadi, prestasi, belajar, kursus, ikut pelatihan, seminar, baca buku, kepercayaan diri, visi, disiplin, dan lain-lain.

Lalu, apa yang menyebabkan resolusi tahunan Anda tidak tercapai? Menurut Dewa Eka Prayoga, resolusi yang ditulis harus diubah menjadi “Outcome”.

Outcome artinya HASIL. Oleh karenanya setiap resolusi yang kita buat harus diperlakuan oleh pikiran sebagai hasil yang ril dan dapat dicapai.

Untuk membuat resolusi menjadi outcome, maka Anda harus memenuhi 5 syarat berikut ini, diantaranya:
– Positif. Hindari kata negasi, seperti: JANGAN dan TIDAK. Sebab pikiran bawah sadar tidak bisa memproses kata negasi.
– VAK. Yang disusun berdasarkan VAK (Visual, Auditory, Kinestetik) akan mudah dicapai dan dimengerti oleh pikiran bawah sadar
– Kontrol. Muncul dari diri sendiri. Tidak boleh digantungkan pada orang lain atau situasi tertentu. Pokoknya, sumberdayanya harus ada di tangan pemiliki resolusi. Karena resolusi yang terlalu digantungkan pada faktor eksternal, tidak dapat dieksekusi oleh pikiran bawah sadar
– Intensi Positif. Agar resolusi jadi lestrasi, maka intensi positif (niat/maksud) harus tetap dapat dipenuhi saat kita mencapai outcome tersebut.
– Ekologis. Punya efek positif pada lingkungan dan orang-orang sekitar.

Tuliskan daftar resolusi tahun baru Anda agar menjadi outcome. Pastikan, itu yang benar-benar Anda inginkan. Anda bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
– Apa sebenarnya yang Anda inginkan? Resolusi apa yang ingin Anda capai?
– Kapan tepatnya Anda menginginkan resolusi tersebut tercapai?
– Sumber daya apa saja yang Anda miliki saat ini untuk mencapai resolusi tersebut?
– Bagaimana Anda tahu ketika Anda sudah mendapatkannya?
– Saat resolusi tersebut tercapai, apa yang Anda lihat, dengar, dan rasakan?
– Kenapa resolusi ini penting untuk Anda capai?
– Apa hal positif yang akan terjadi jika Anda mencapai resolusi tersebut?
– Apa hal negatif yang akan terjadi jika Anda tidak mencapainya?
– Bagaimana resolusi tersebut akan mempengaruhi kehidupan, bisnis, dan keluarga Anda?
– Bagaimana tepatnya perasaan Anda saat Anda benar-benar mencapai resolusi tersebut?

Sadar atau tidak, pertanyaan-pertanyaan di atas difokuskan untuk mencapai resolusi yang Anda inginkan. Jika perlu, tulislah daftar tersebut dan simpan di tempat yang mudah dilihat dalam kehidupan sehari-hari agar Anda terus mengingatnya. Saat diri kita ingat akan resolusi maka pikiran kita akan fokus dan memberikan hasil yang terbaik.

Namun, itu saja tidak cukup. Perkuat alasan Anda kenapa harus berjuang mati-matian untuk mencapainya. Cara termudah agar Anda memiliki energi yang besar untuk mencapai resolusi tersebut adalah dengan membuat kondisi saat ini seolah-olah masalah besar.
– Kenapa Anda harus berjuang mati-matian mencapai resolusi tersebut?
– Apa penderitaan yang Anda rasakan jika resolusi tersebut tidak tercapai?
– Apa masalah yang akan terus muncul jika resolusi tersebut tidak tercapai?
– Hal buruk apa yang akan menempa Anda jika resolusi tersebut tidak tercapai?

Cobalah untuk membayangkan dan menjawab masing-masing pertanyaan di atas. Semakin Anda bisa membayangkan seberapa besar masalah, keburukan, dan penderitaan tersebut, maka Anda akan semakin ingin segera berbuat lebih baik lagi untuk mencapai resolusi yang sudah Anda tetapkan.

Selamat mencoba!

Sumber :
– www.motivasi-islami.com/resolusi-tahun-baru/
– www.dewaekaprayoga.com/bisnis/cara-benar-membuat-resolusi-tahunan/