Tips Mengenalkan Olahraga Kepada Anak, Biar Lebih Sehat dan Bugar

Sebuah pepatah mengatakan di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Itu sebabnya, Bunda harus segera mengenalkan olahraga pada si kecil. Maka, yuk, segera ajak anak untuk segera belajar kebiasan baik seperti olahraga!

Berikut dikutip dari website nakita, inilah cara-cara mengenalkan olahraga pada anak;

olahraga anak-anak

Dimulai dari lari, lempar dan lompat

Menurut dr. Michael Triangto, SpKO, Direktur Slim & Health, Sport Therapy, ketika ditanya mengenai kapan sang anak dikenalkan olahraga, beliau menjawab semuda mungkin atau sedini mungkin. Bunda bisa mengajarkan olahraga pada batita. Cara yang dilakukan adalah melihat dahulu apak yang batita bisa, apakah lari, lempar atau melompat.

Kembangkan apa yang bisa batita lakukan. Misalnya batita ini bisa berlari, maka kemampuan ini yang harus dikembangkan. Sehingga aktivitas fisik yang dilakukan sehari-hari menjadi bagian dari kehidupannya.

Sesuaikan olahraga dengan minat anak

Setelah mampu hal-hal di atas, Bunda harus segera mengetahui minat anak. Segera cek apakah anak memiliki minat pada olahraga tertentu.

Tak hanya minat, kemampuan ordinasi yang dimiliki anak juga penting. Misalnya jika ada anak yang pandai mengoper dan menendang bisa Bunda kenalkan pada olahraga sepak bola. Atau ada anak yang pandai menggunakan raket badminton bisa dikenalkan olahraga badminton.

Coba semua!

Berikan kesempatan anak untuk mencoba segala jenis olahraga. Selain karena tujuan awal Bunda hanya memperkenalkan olahraga, memberi anak kesempatan untuk mencoba segala jenis olahraga sangat baik bagi anak. Sedikit demi sedikit Bunda akan mengetahui minat kecil dari salah satu olahraga yang Bunda kenalkan.

Tetapi yang harus diperhatika adalah, Bunda harus tetap mengenalkan semua jenis olahraga meskipun si kecil mempunyai ,minat pada satu jenis olahraga. Pasalnya jika anak cenderung dikenalkan dengan satu jenis olahraga saja, maka ketika melakukan olahraga lain, si anak tidak kompeten dan cenderung kesulitan saat melakukan olahraga lain. Hal ini dikarenakan pattern otak dan fisiknya terbentuk kuat untuk satu jenis olahraga.

Jangan dipaksa!

Bila punya anak yang suka olahraga, jangan sekali-kali menambah jam dan hari untuk berolahraga. Bunda harus melihat kondisi si anak sebelum menambah jam olahraga anak. Kondisi kesehatan anaklah yang terpenting.

Memang, jika Bunda melihat si anak suka olahraga tertentu, Bunda pasti menginginkan anak untuk jadi atlet professional. Tetapi jangan dipaksa untuk ikut lomba ya, Bund! Tidak semua anak menyukai sebuah kompetisi. Dan juga latihan biasa sehari-hari tentunya berbeda dengan latihan saat akan mengikuti lomba.

Sudah cukup bila anak doyan makan dan sportivitasnya terentuk karena sering olahraga. Soal ingin anak jadi atlet, Bunda bisa konsultasi ke dokter supaya si anak tidak trauma atau cedera saat latihan. Jangan sekali-kali melabeli si anak dengan sebutan pemalas karena tidak semua anak mempunyai minat pada olahraga yang tinggi.