Tips Meningkatkan Kemampuan Berbicara dan Berbahasa Anak di Rumah

Setiap anak memiliki kemampuan serta kecerdasannya masing-masing. Menurut peneliti dari Amerika Serikat bernama Prof. Howard Gardener, terdapat 8 kategori utama jenis kecerdasan pada anak. Dengan mengenali 8 kecerdasan ini, orang tua bisa mengembangkan kemampuan anak secara maksimal.

Apa saja 8 kategori kecerdasan itu? Di antaranya adalah linguitik, matematik, logika, visual dan spasial, interpersonal, musik, intrapersonal, kinestetik, serta naturalis. Nah, pada pembahasan kali ini, bunda perlu mengetahui lebih lanjut tentang kecerdasan linguistik.

kecerdasan linguistik anak

Ciri Anak yang Memiliki Kecerdasan Linguistik

Sebelum melangkah lebih lanjut, bunda harus terlebih dulu mengenali jenis kecerdasan yang dimiliki anak. Seorang anak yang memiliki kecerdasan dalam berbahasa dan berbicara, bisa diketahui lewat ciri-ciri berikut:

1. Anak suka bermain kata-kata. Hal ini bisa diketahui ketika si kecil kerap menghabiskan waktunya untuk mendengar cerita atau puisi.

2. Anak suka membaca buku. Buku yang dibaca oleh si kecil juga tidak terbatas pada cerita komik, tapi juga majalah, surat kabar, ataupun buku-buku lain.

3. Anak memiliki rasa percaya diri dalam mengekskpresikan diri lewat tulisan dan lisan. Hal ini bisa diketahui lewat kemampuan komunikasi si kecil.

4. Anak terbiasa membumbui cerita yang diungkapkannya dengan imajinasi dari buku bacaan.

5. Anak menyukai permainan yang melibatkan kata-kata, seperti teka-teki silang ataupun scabble.

Cara Mendidik dan Meningkatkan Kecerdasan Linguistik Anak

Nah, setelah mengetahui jenis kecerdasannya, bunda bisa secara langsung bertindak untuk meningkatkan kemampuan linguistik anak. Ada 4 tips yang bisa bunda lakukan, yaitu:

a. Sering mengajak anak untuk berdiskusi serta berdialog tentang berbagai jenis tema. Usahakan untuk memilih tema yang disukai oleh anak. Untuk bisa berdialog lebih seru, pastikan bunda untuk membaca banyak buku terkait tema yang disukai si kecil.

b. Sering menghabiskan waktu untuk membacakan cerita serta dongeng kepada anak. Pilihan waktu terbaik untuk membacakan cerita adalah ketika menjelang anak tidur di malam hari.

c. Mengajak anak untuk sering-sering berkunjung ke toko buku atau perpustakaan. Di samping itu, memutuskan untuk membangun perpustakaan pribadi di rumah juga menjadi ide menarik. Bunda bisa mencicil membeli buku satu per satu, sehingga nantinya bisa terkumpul dalam jumlah banyak.

d. Mendorong anak untuk lebih sering bercerita atau mengarang cerita. Caranya, bisa dengan mengajukan pertanyaan yang mendorong si kecil untuk memberi penjelasan, misalnya, kenapa, bagaimana, atau mengapa.