Tips Menjaga Kesehatan Anak & Keluarga di Musim Hujan

kesehatan-anak-di-musim-hujanMusim hujan yang datang di akhir tahun dan bulan baru perlu mendapatkan perhatian khusus, terlebih menyangkut kesehatan keluarga. Pergantian musim hujan ke musim kemarau biasanya membuat tubuh menjadi rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan, hal ini dikarenakan tubuh dipaksa beradaptasi dengan suhu dan kelembapan udara yang berbeda dari sebelumnya. Penyakit yang rentan menyerang di musim hujan di antaranya seperti flu, batuk, sesak nafas, pilek, masuk angin, penyakit kulit, hingga demam berdarah menjadi daftar penyakit yang banyak dijumpai saat musim ini.

Penyakit-penyakit tersebut tidak hanya menyerang orang dewasa, namun juga anak-anak. Daya tahan tubuh anak-anak memang yang paling rentan dan perlu perhatian khusus saat musim hujan datang karena sistem imunnya belum cukup sempurna. Oleh karena itu orangtua harus pintar-pintar dalam menjaga kesehatannya agar tidak drop dan mengalami berbagai penyakit musiman yang parah. Untuk mnecegah anak terkena penyakit di musim hujan, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan si kecil dengan optimal.

Perhatikan kebersihan lingkungan

Seberapa telatennya Anda dalam menjaga anak agar tidak terkena penyakit di musim hujan, jika kebersihan lingkungan tidak ikut diperhatikan dengan baik, semua yang Anda lakukan mungkin akan sia-sia saja. Kebersihan lingkungan merupakan faktor utama untuk mewujudkan terciptanya lingkungan bersih dan sehat. Lingkungan yang sehat akan menghasilkan pribadi yang sehat pula.

Hujan yang terus mengguyur di musim penghujan tentu saja akan membuat lingkungan menjadi lebih kotor di banding musim kemarau. Hal ini dipicu karena tingkat kelembapan udaranya menjadi lebih tinggi hingga membuat sampah atau limbah menjadi mudah membusuk yang pada akhirnya berkembang menjadi sumber berbagai penyakit. Bersihkan dan perhatikan tempat-tempat yang sekiranya berpotensi menjadi sarang kuman dan bakteri untuk berkembang biak, seperti menutup lubang yang berpotensi tergenangnya air hujan, mengubur atau membakar sampah, menutup penampungan air dan bak mandi, memotong ranting atau rumput yang terlalu rindang, dan sebagainya. Lingkungan yang kotor dan lembap akan menjadi sarang yang baik bagi tumbuhnya nyamuk demam berdarah.

Pastikan untuk selalu higienis

Tangan, adalah salah satu media paling umum yang bisa menjadi sarana masuknya kuman dan bakteri ke dalam tubuh. Secara tidak sadar, kebiasaan makan dengan tangan, menyentuh organ tubuh lain dengan tangan tanpa mencucinya dengan sabun terlebih dahulu berpotensi memasukkan kuman lebih banyak ke dalam tubuh. Sehingga, selalu pastikan Anda dan keluarga untuk selalu higienis setiap hari dengan cara membiasakan anak mencuci tangan setiap kali menyentuh barang atau objek, sebelum dan sesudah makan, setiap kali habis dari toilet, bahkan setelah pulang bepergian dan baru tiba di rumah.

Jaga asupan makanan

Makanan yang bergizi seimbang akan memperngaruhi daya tahan tubuh, mengonsumsi protein baik hewani maupun nabati akan membantu Anda menjaga kesehatan anak dan anggota keluarga lainnya. Seringlah menyajikan makanan hangat berkuah seperti sup agar tubuh tetap merasa hangat meski cuaca begitu dingin.

Atur porsi makan

Pada musim hujan, akibat suhu yang dingin biasanya nafsu makan menjadi lebih besar dibanding biasanya, namun sayangnya hal ini tidak diimbangi dengan kinerja metabolisme tubuh yang menjadi lebih lambat dari biasanya di musim ini. Jika Anda tidak bisa mengatur pola makan dan porsi makan si kecil, kegemukan atau obesitas akan menjadi masalah baru. Perut yang diisi secara terus-terusan tanpa ada proses pembakaran yang seimbang tentunya akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan.

Perhatikan pola tidur

Rasa kantuk akan sering menyerang saat musim hujan. Untuk mencegah rasa kantuk yang berlebihan, ajak anak-anak main bersama, memasak bersama, atau ajak membaca buku dan mendiskusikannya agar tercipta suasana hangat dan ramai sehingga rasa kantuk bisa dihindari. Porsi tidur yang berlebih akan membuat tubuh lemas dan otot menjadi kaku, selain itu manfaat pola tidur yang teratur dan cukup istirahat akan membuat stamina tubuh menjadi pulih dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh.

Penuhi Cairan Tubuh

Kebanyakan orang sering mengabaikan konsumsi air putih terutama saat musim hujan, rasa haus menjadi jarang terjadi akibat suhu yang dingin. Namun kebutuhan konsumsi air putih baik musim kemarau maupun musim hujan, faktanya tetaplah sama. Pasokan air yang cukup, mampu meningkatkan daya tubuh. Jika bosan minum air putih, Anda bisa sesekali memberikan minum air rebusan jahe, susu, atau teh hangat kepada si kecil, namun tetap usahakan agar anak memenuhi kebutuhan konsumsi air putih setiap harinya.

Konsumsi vitamin

Vitamin yang alami tentu lebih menyehatkan dibanding suplemen-suplemen vitamin yang tersedia di pasaran. Anda bisa menyediakan berbagai buah dan sayuran untuk selalu dikonsumsi setiap hari oleh si kecil, bahkan Anda bisa menjadikannya sebagai cemilan sehat saat rasa lapar datang. Buah-buahan yang mengandung vitamin C sangat dibutuhkan di musim ini, beberapa buah yang mengandung vitamin C di antaranya jeruk, strawberry dan masih banyak lagi. Mengonsumsi vitamin C secara rutin akan membantu Anda memenuhi kebutuhan vitamin C dan meningkatkan sistem imun dalam tubuh.

Kenakan Pakaian Hangat

Pakaikan baju, sarung tangan, kaos kaki, topi, dan sepatu hangat pada bayi dan anak-anak ketika melakukan aktivitas di luar rumah. Pakaian sangat mempengaruhi kesehatan di musim hujan, baju tipis dan transparan tidak cocok dipakai di musim ini apalagi jika banyak beraktivitas di luar ruangan. Sebaiknya pakai baju yang cukup tebal dan tertutup untuk menjaga tubuh agar tetap hangat dan menjaga si kecil dari cuaca yang dingin.

Batasi waktu bermain & bekali perlengkapan hujan

Tetapkan batas waktu yang wajar untuk anak bermain di luar rumah saat musim hujan untuk mencegah hipotermia. Jika anak pergi ke sekolah, bekali dengan perlengkapan hujan yang lengkap. Mulai dari paying, jas hujan, sweater hingga sepatu boat.