Tips Sukses Mempersiapkan Kehamilan Kedua

second pregnant, marshanda hamil, anak pertama, hamil kedua, mempersiapkan kehamilan kedua, video melahirkan anak, video ibu hamil melahirkan, melahirkan sesarKehamilan kedua sering dinantikan para pasangan suami isteri layaknya kehamilan pertama. Tak jarang, pada kehamilan kedua pun Ibu seringnya masih merasa kebingungan bagaimana mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Kehamilan kedua ternyata juga butuh perencanaan yang matang sama halnya seperti saat pertama hamil, bahkan pada kehamilan kedua ini seorang Ibu butuh dukungan lebih dari suami dan keluarga karena tentunya ada si sulung yang membutuhkan perhatian selama Bunda memprogram kehamilan kedua.

Jika Ayah dan Bunda merasa sudah saatnya ingin hamil untuk merencanakan kehamilan kedua, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kehamilan kedua ini berjalan sukses sesuai dengan harapan. Nah, apa sajakah itu? Berikut ulasannya.

Jarak Kehamilan

Mengatur jarak kehamilan memiliki peluang besar untuk memiliki bayi dan janin yang sehat, terlebih rahim Bunda memerlukan masa pemulihan setelah 9 bulan mengalami pembesaran dalam menampung bayi pertama. Rahim seorang Ibu sebenarnya sudah siap untuk hamil kembali dalam jangka waktu 3 bulan setelah melahirkan normal, namun berdasarkan banyak penelitian jarak yang aman untuk kehamilan selanjutnya adalah 27-32 bulan setelah melahirkan.

Lantas, bagaimana dengan Bunda yang sebelumnya melahirkan secara Caesar? Jika Bunda mengalami proses melahirkan anak pertama secara Caesar, sebaiknya berkonsultasi kepada dokter kandungan terlebih dahulu sebelum merencanakan proses kehamilan kedua. Umumnya jarak yang menjadi patokan untuk kehamilan anak kedua selanjutnya tidak jauh berbeda dengan proses kelahiran normal dengan jeda waktu sekitar 2 tahun.

Melepas Alat Kontrasepsi

Jika proses perencanaan sudah matang dan sudah dikonsultasikan dengan dokter ahli, tentunya Bunda perlu menghentikan pemakaian alat kontrasepsi. Biasanya, Bunda harus melakukan penghentian alat kontrasepsi beberapa bulan sebelum siap memiliki momongan kedua. Hal ini dilakukan untuk menjaga siklus haid atau menstruasi menjadi normal kembali, kecuali untuk alat kontrasepsi KB Spriral biasanya Bunda bisa langsung hamil setelah alat kontrasepsi dilepas. Penggunaan alat kontrasepsi baik pil maupun suntik umumnya membutukan waktu minimal 3 bulan hingga siklus haid normal kembali.

Pemeriksaan Pra-Hamil

Jika segala sesuatunya sudah dipersiapkan dan sudah benar-benar matang, langkah selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan sebelum masa kehamilan untuk memastikan kondisi kesehatan Bunda agar mengandung dalam keadaan yang sehat. Tak hanya Bunda yang sehat, tetapi calon janin juga diharapkan bisa tumbuh dan berkembang dengan sehat.

Kehamilan trimester kedua, tanda tanda melahirkan anak pertama, tanda tanda melahirkan anak kedua, hamil 14 minggu, hamil 12 minggu, hamil 13 minggu, hamil 16 minggu, hamil 17 minggu, hamil 2 minggu, trimester kehamilan, janin 17 minggu, janin 13 minggu, janin 15 minggu, keluhan ibu hamil, fakta anak kedua, kehamilan 18 minggu, kehamilan 20 minggu, tanda kehamilan minggu pertama, sakit pinggang saat hamil, kehamilan 2 bulan, bentuk perut hamil 2 bulan, penyebab susah hamil, perut ibu hamil.

Mempersiapkan Psikologis si Anak Sulung

Kehamilan kedua tentunya akan menghadirkan banyak kebagiaan tetapi juga perjuangan dalam memberikan pengertian kepada si sulung. Sebagai anak pertama dan calon Kakak, ia perlu mengerti dan memahami bahwa kehadiran keluarga baru di rahim Bundanya tidak akan sedikitpun mengubah kasih sayang kedua orangtua kepadanya. Hanya sedikit perhatian yang mungkin akan sedikit berubah karena tidak hanya si sulung yang memerlukan perhatian, tetapi calon adiknya juga membutuhkan perhatian agar nanti ketika lahir dalam keadaan sehat dan sempurna.

Makan Makanan yang Sehat

Untuk mempersiapkan kehamilan, tubuh memerlukan nutrisi yang cukup agar janin bisa berkembang dan tumbuh dengan sehat dan baik. Makanan yang mengandung asam folat, kalsium, vitamin dan mineral sangat dibutuhkan oleh Bunda dalam proses perencanaan kehamilan. Hindari sering mengonsumsi junkfood atau fastfood kecuali jika kondisi darurat seperti sedang bepergian dengan si kecil dan buru-buru waktu.

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE