Tumbuh Kembang Anak Di Masa Golden Age Untuk Anak Cerdas Kebanggaan Orang Tua

anak-anak-bermainTumbuh kembang anak di masa Golden Age untuk anak cerdas, bunda mungkin pernah atau bahkan sering mendengar istilah “Golden Age” terutama dari Mbak-mbak cantik yang menawarkan produk susu di super market. Istilah ini ternyata penting dalam tumbuh kembang, pembentukan karakter serta kepribadian buah hati kita tercinta.

Golden age atau dapat kita terjemahkan masa usia keemasan, adalah masa yang sangat penting dimana pada masa ini perkembangan otak buah hati kita belangsung sangat pesat hingga mencapai 80% serta kemampuan penyerapan informasi pada masa ini sangat tinggi dan segala informasi yang diterima pada masa tersebut menjadi fondasi pembentukan karakter, kepribadian dan kemampuan buah hati kita di masa yang akan datang.

Rentang usia masa golden age ini masih diperdebatkan para ahli, namun pemerintah kita menetapkan dalam UU No.20 tahun 2003 “golden age adalah insan manusia yang berusia 0-5 tahun”.

Adalah keinginan dari setiap orang tua menjadikan buah hatinya menjadi insan yang terbaik hingga kelak dewasa, dengan memanfaatkan masa Golden Age sebaik mungkin diharapkan keinginan tersebut dapat dicapai, cara pertama adalah dengan memberikan asupan nutrisi yang baik dan seimbang kepada buah hati kita disesuaikan dengan kebutuhan dan usianya, cara kedua dengan memberikan curahan kasih sayang, perhatian, bimbingan dan stimulasi yang sesuai dengan tahapan perkembangan tumbuh kembang buah hati kita.

Stimulasi merupakan latihan untuk merangsang perkembangan kemampuan anak tahap demi tahap dimana yang menjadi alat utama adalah hubungan perasaan kasih sayang dua arah, gambaran stimulasi yang dapat diberikan pada anak semenjak dini antara lain.

0 – 3 bulan

Kontak mata dengan tatapan dan ekspresi penuh kasih, berkomunikasi dengan suara yang lembut, sentuhan dengan belaian dan pijatan yang lembut, memperdengarkan berbagai jenis musik, mengajarkan mengikuti sumber suara dan cahaya, menggenggam dan meraih jari-jari orang dewasa dan atau mainan, belajar berguling tengkurap kemudian terlentang.

3 – 6 bulan

Pada masa ini proses belajar pada anak ditambahkan dengan bermain ciluk baa, pengulangan kata, melihat gambar dan simbol.

6 – 9 bulan

Mulai memperkenalkan nama diri sendiri, ajarkan memanggil mama, papa, kakak, belajar bersalaman, tepuk tangan, melambaikan tangan, dibacakan dongeng, berlatih berdiri dengan berpegangan.

9 – 12 bulan

Bermain dengan bola, belajar minum dengan gelas, makan sendiri, belajar berjalan dengan berpegangan, mengambil mainan dari wadah.

12 – 18 bulan

Belajar menyusun balok dan puzzle sederhana, menendang bola, memanjat kursi, mencoret-coret, melepas celana, menyebut nama-nama benda dan berjalan sendiri.

18 – 24 bulan

Berlatih menyebut dan menunjukan bagian-bagian tubuh, benda-benda disekitar rumah, menggambar garis-garis, mencuci tangan, menendang bola, memakai celana dan baju sendiri juga melompat aktifitas fisik lainnya.

2 – 3 tahun

Belajar mengenal dan menyebutkan warna, menyikat gigi sendiri, buang air ke toilet, mengingat dan menyebut nama teman, bermain dengan imajinasi seperti masak-masakan atau bermain seperti pahlawan dan penjahat, menggambar garis dan bentuk bangun datar serta mengenali bentuk bangun datar tersebut, mengerti dan dapat menggunakan kata sifat seperti besar-kecil, jauh-dekat, banyak-sedikit atau kata sifat lainnya, belajar bersalaman, tepuk tangan, melambaikan tangan, dibacakan dongeng, berlatih berdiri dengan berpegangan.

Diharapkan saat anak memasuki usia 3 tahun, atau usia pra sekolah anak sudah dapat belajar bersosialisasi dan bermain dengan kelompok sosialnya. (RR)

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE