Waduk Jatigede, Destinasi Wisata Baru Kabupaten Sumedang

Waduk Jatigede menjadi objek wisata baru di kawasan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Waduk yang terbesar di Pulau Jawa ini memiliki jangkauan penggunaan air yang cukup luas mulai dari Sumedang, Majalengka, hingga ke Cirebon dan berkecepatan aliran air sekitar 3,5 kubik per second.

Waduk Jatigede

Waduk Jatigede mulai dia‎iri pada bulan Agustus 2015 yang lalu dengan sumber air dari sungai Cimanuk. Selain hutan, ada 19 desa yang digenangi air waduk, diantaranya Desa Cipaku, Jemah, Sukakersa, dan Sukamenak. Pengisian air dijadwalkan selama 291 hari dengan ketinggian mencapai 110 meter dari pondasi sampai ke top elevasi puncak.

Dengan luas genangan 5.000 hektare dan volume air 980 juta meter kubik, nantinya, waduk Jatigede memiliki beberapa manfaat yaitu
– Air baku 3.500 liter untuk wilayah Cirebon dan Indramayu
– Kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) 110 MegaWatt
– Pengendalian banjir seluas 14 ribu hektare

waduk jatigede

Pembangunan di Waduk Jatigede adalah hal yang kompleks. Sekitar tahun 1960-an, pembangunan Waduk ini mulai direncanakan dan diadakan serangkaian analisis. Namun, 40 tahun lebih berjalan Waduk Jatigede tak kunjung usai. Untuk membangun Bendungan Jatigede hingga akhirnya menjadi waduk membutuhkan lahan yang cukup luas, termasuk pemukiman warga dan situs bersejarah didalamnya. Untuk pembebasan lahan dan uang ganti rugi pertama kali diberikan kepada warga sejak dekade 1980-an.

WADUK JATIGEDE

Namun dikarenakan konstruksi fisik bendungan baru dimulai pada 2007, warga masih juga menetap di lokasi proyek dan tak kunjung pindah. Akibatnya penyelesaian ganti rugi kembali dilakukan pada dekade 2000-an hingga saat ini telah berlangsung berlarut-larut disebabkan banyaknya sengketa ahli waris. Masalah tersebut membuat beberapa pihak melontarkan penolakan terhadap pembangunan Bendungan Jatigede.

WADUK JATIGEDE

Waduk Jatigede juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar secara ekonomi seiring dengan bertambahnya aktivitas di kawasan ini. Kini, banyak masyarakat dan pengunjung dari luar kota yang sengaja memancing ikan di bibir waduk. Selain itu juga, menjaring ikan memakai perahu ke tengah genangan. Cukup banyak pengunjung yang datang ke waduk ini untuk sekadar melihat keindahannya hingga untuk berburu foto. Kedepannya, waduk ini juga akan dilengkapi kawasan offroad, tempat pemancingan, lahan camping, agrowisata, juga wisata seni dan budaya.

Tertarik untuk mengisi liburan ke kawasan Waduk Jatigede?

Dari berbagai sumber.
Gambar: dok. pribadi