7 Posisi Alternatif Agar Bisa Melahirkan Normal

melahirkan, video ibu melahirkan di air, posisi bayi 7 bulan, posisi bayi dalam kandungan, posisi janin 6 bulan, posisi janin 7 bulan, posisi janin 5 bulan, video proses persalinan normalAgar bisa mendapatkan posisi senyaman mungkin saat melahirkan, ternyata semua bergantung kepada si ibu itu sendiri, karena setiap orang mengalami kondisi yang berbeda-beda. Selama ini, mungkin Bunda hanya mengetahui proses melahirkan dengan posisi berbaring sambil setengah duduk dan kaki dalam keadaan terbuka. Posisi ini menjadi posisi paling umum digunakan oleh hampir semua rumah sakit bersalin, dokter hingga bidan dalam membantu proses melahirkan seseorang.

Posisi berbaring dan setengah duduk sangat populer karena dengan posisi ini sangat memudahkan dokter atau bidan dalam membantu proses persalinan dan memberikan tindakan medis seperti episiotomi. Episiotomi adalah tindakan pengguntingan mulut rahim untuk memperlebar jalan lahir. Tetapi, tahukah Bunda ternyata ada beberapa alternatif posisi melahirkan yang bisa Bunda pilih selain posisi tersebut?

Posisi setengah duduk (semi sitting)

Ini adalah posisi yang sering ditemui, dimana Bunda berbaring dengan punggung bersandar pada bantal, kemudian kaki ditekuk dan paha terbuka. Posisi ini akan memudahkan dokter atau bidan dalam membantu proses kelahiran dan mendapatkan bantuan dari gaya gravitasi bumi. Selain itu jalan lahir yang di tempuh bayi untuk keluar menjadi lebih pendek dengan suplai oksigen dari bunda ke janin dapat berjalan dengan optimal.

Posisi Berbaring (litotomi)

Litotomi adalah posisi terlentang dengan kaki menggantung di penopang khusus untuk orang bersalin. Posisi ini terkesan pasif, karena bunda akan mengalami kesulitan dalam mengejan. Selain itu, dengan posisi seperti ini biasanya bunda merasa pegal pada punggung. Posisi ini juga seringkali dapat meningkatkan tekanan pada perineum yang dapat menimbulkan robek pada jalan lahir. Namun, posisi ini sangat memudahkan dokter dalam membantu proses kelahiran dan memberikan perlakuan medis seperti yang dilakukan oleh dokter saat hendak melakukan tindakan kuret.

Posisi jongkok (squatting)

Posisi jongkok membuat peran ayah sangatlah dibutuhkan karena posisi ini membutuhkan sandaran yang kuat di belakang bunda. Cara lain adalah duduk di atas bangku kecil (dingklik). Selain itu dibutuhkan bantalan atau kursi khusus yang berguna untuk menahan kepala serta tubuh bayi saat keluar. Posisi ini dipercaya sebagai cara alami dalam proses kelahiran secara normal. Selain mendapat bantuan gaya gravitasi bumi, bunda masih bisa melakukan kontrol saat mengejan. Dalam kondisi kehamilan yang sehat posisi ini sangat memungkinkan untuk dipilih. Namun demiian, posisi ini secara medis kurang baik karena menyulitkan dokter dan bidan dalam memantau posisi bukaan jalan lahir dan memberikan tindakan.

Posisi miring (lateral)

Bunda akan berbaring menghadap miring dengan salah satu kaki diangkat dan posisi kaki satunya dalam keadaan lurus. Posisi ini dilakukan apabila posisi kepala bayi belum tepat di jalan lahir. Manfaat yang diperoleh adalah bayi mendapat pasokan oksigen melalui plasenta dengan lancar, karena peredaran darah bunda juga lancar saat posisi miring. Dengan posisi miring Bunda juga lebih bisa menghemat energi. Kekurangan dari posisi ini adalah menyulitkan dokter dalam melakukan pemeriksaan perkembangan proses kelahiran.

Posisi merangkak

Posisi ini memungkinkan Bunda untuk mengambil posisi merangkak dengan kedua lengan di depan menopang tubuh. Posisi merangkak sangat membantu meringankan rasa sakit di punggung. Selain itu posisi ini akan mempercepat penurunan kepala bayi ke dalam panggul.

Posisi berlutut

Caranya adalah Bunda bertumpu dengan kedua kaki di tekuk dan terbuka sehingga memungkinkan bayi keluar dengan bantuan gravitasi bumi. Sama halnya seperti posisi jongkok, posisi melahirkan ini memanfaatkan gaya gravitasi untuk mempermudah proses kelahiran. Selain itu Bunda masih bisa melakukan kontrol saat mengejan.

Posisi berdiri tegak

Dikatakan posisi berdiri tegak bukan berarti Bunda pasif. Bunda bisa bersandar ke belakang atau ke depan. Walaupun pada nanti kenyataannya saat melahirkan posisinya bisa menjadi berubah. Posisi ini membuat Bunda lebih leluasa bergerak dan mengalihkan perhatian saat mengalami kontraksi. Selain itu gerakan-gerakan bisa membantu posisi bayi mendekati jalan lahir.

Untuk memudahkan proses melahirkan nanti, sebaiknya Bunda mencoba berbagai posisi di atas terlebih dahulu, sehingga bila memang dibutuhkan Bunda sudah tahu posisi mana yang cocok dan nyaman untuk dilakukan. Tetapi perlu diingat bahwa sebaiknya Bunda melakukan konsultasi terlebih dahulu agar mendapat masukan dan pertimbangan mengenai berbagai posisi yang baik untuk melahirkan bagi Bunda. Masih banyak metode lain yang dapat digunakan diantaranya; proses bersalin normal, proses kelahiran bayi secara normal, tips agar melahirkan normal, agar melahirkan normal

Cara melahirkan normal, video cara melahirkan normal, proses melahirkan normal, video proses melahirkan secara normal, gambar proses melahirkan, cara melahirkan bayi, tips melahirkan normal, foto ibu melahirkan normal, video melahirkan normal tanpa rasa sakit, proses persalinan normal, proses persalinan, ibu hamil melahirkan, sungsang, bayi sungsang, cara melahirkan anak, cara melahirkan, posisi, lahiran normal. Selamat berlatih dan semoga lancar dalam proses kelahiran nanti.

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE